Setelah kita melatih diri berpuasa selama sebulan dan
bermaafan di Idul Fitri, tentu jiwa kita akan menjadi lega, lapang dan bersih
seperti bayi yang baru lahir. Dengan puasa selama sebulan tentunya jiwa kita
akan menjadi peka terhadap penderitaan orang lain. Dengan zakat jiwa kita
dilatih untuk menjadi dermawan.
Dengan proses latihan itu diharapkan jiwa kita mengalami
perubahan ke arah yang positif sebagaimana yg diharapkan nurani setiap manusia.
Tentu pasca Ramadhan dan Idul Fitri kita akan diuji oleh bermacam-macam
tantangan yang akan merusak jiwa. Karena itu, kita mesti mewaspadai setiap
gerak dan langkah kita.
Allah swt mengingatkan kita:
“ Hendaknya setiap diri memperhatikan apa
yang telah diperbuatnya untuk hari esok…”(Al-Hasyr: 18). Kita mesti banyak mengambil pelajaran dari
peristiwa-peristiwa masa lalu. Yang baik, kita tingkatkan, yang buruk kita
tinggalkan.
KUNCI SUKSES
Sejatinya kesuksesan manusia berada pada
pikiran, hati, dan langkah. Menguatkan keyakinan, istiqamah pada bidang yang
ditekuni, sambil meningkatkan ilmu pada bidangnya.
Jiwa yang dermawan akan mengalirkan energi yang kuat untuk
meraih kesuksesan pada apa yang diharapkan. Seperti kendaraan yang komponen
mesinnya telah dibenahi dan dibersihkan selama sebulan lalu diisi dengan bahan
bakar yang energi kuat tentu laju kendaraan itu jauh lebih bagus dan stabil dibandingkan
sebelumnya yang penuh dengan karat-karat besi dan bahan bakarnya penuh dengan
kotoran.
JIWA YANG BERSIH MEMPERMUDAH REJEKI
Imam Muhammad Al-Baqir (sa)
berkata: Orang yang jujur lisannya, amalnya akan berkembang. Orang
yang baik niatnya, rizkinya akan ditambah. Orang yang berbakti pada
keluarganya, akan ditambah umurnya. (Tuhaful ‘Uqul: 295)
Suatu hal tak dapat dibantah, jiwa yang bersih tentu
dicintai Allah dan disukai manusia. Semakin banyak sahabat dan relasi akan
semakin banyak pintu rejeki yang terbuka. Inilah alasan rasional dan
factualnya.
PERANAN DOA
Sebagaimana dinyatakan secara berulang-ulang oleh Nabi saw
bahwa doa merupakan senjata yang ampuh. Energi yang sangat kuat untuk menembus
hijab-hijab penghalang, dan mengetuk hati manusia.
Tentu semua itu sangat bergantung pada tiga hal: Keyakinan
yang kuat, istiqamah, dan selalu meningkatkan dan mengupdate ilmu pada
bidangnya.
Di antara cara menstabilkan dan menyemangati jiwa, sering
mendengarkan musik-musik motivasi diri. Coba yang musik ini dengarkan:
http://www.youtube.com/watch?v=HozTzP9Bwx8