Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Tasauf jawa

oleh: nuansa     Pengarang : agus wahyudi
ª
 

  TASAUF JAWA
OLEH : AGUS WAHYUDI DALAM BUKUNYA ‘MARIFAT JAWA’

Dalam tasauf jawa yang pernah diajarkan oleh Syeh Siti Jenar dahulu sangat di tentang karena istilahnya ‘manunggaling kawula gusti’ dan ‘ke-AKU-an’.
Kepasarahan dan ketidak beradaan manusia di alam fana ini meleburkan raga yang berat dan kotor ke dalam roh atau jiwa yang bersih.Penyesalan yang sangat karena dosa-dosa menciptakan tuntunan menyeluruh Allah seutuhnya, atas kepemilikan raga manusia tak terkecuali, inilah yang di sebut ‘Manunggaling’.
Ketidak berdayaan manusia akan kehendak, senantiasa meminta pertolongan Allah dalam peleburan diri dengan zat suci Allah di sebut ‘AKU’.
Ajaran pertama tentang zat dan singgasana Tuhan menjadi delapan bagian yaitu :
1. Adanya zat. Sesungguhnya tidak ada apa-apa, karena pada waktu masih dalam keadaan kosong, belum ada sesuatupun.Yang ada hanya aku. Tidak ada tuhan selain Aku. Akulah hakikat zat yang mahasuci, yang meliputi sifat-Ku, yang menyertai Nama-Ku, dan yang menandai perbuatan-perbuatan-Ku.
2. Kejadian zat. Sesungguhnya, Aku adalah zat yang mahakuasa, yang berkuasa menciptakan segala sesuatu. Terjadi dalam seketika, sempurna dari Kodrat-Ku, sebagai tanda yang nyata bagi perbuatan-Ku.Pertama kali yang Aku ciptakan adalah sebuah pohon bernama Sarajatul Yakin. Pohon itu tumbuh pada alam Adam Makdum (kosong hampa) yang azali dan abadi. Setelah itu Aku menciptakan Cahaya bernama Nur Muhammad, kemudian cermin bernama Mir’atul Haya’I, nyawa yang disebut Roh Idhafi, pelita yang bernama Kandil, permata yang bernama Dzarrah, dan Jalal (keperkasaan) yang disebut Hijab (penutup), yang menjadi sekat penampakkan-Ku.
3. Uraian tentang zat. Sebenarnya manusia adalah Rahsa-Ku dan Aku ini adalah rahsa manusia karena Aku menciptakan Adam dari empat unsure, yaitu : tanah, air, api, dan udara. Keempat unsure itu adalah perwujudan dari sifat-Ku. Kemudian Aku memasukkan ke dalam tubuh Adam, lima macam mudzarrah, yaitu : nur, rahsa, ruh, nafsu, dan budi yang merupakan dinding yang menghalangi Wajah-Ku yang mahasuci.
4. Susunan dalam Singgasana Baitul Makmur. Sesungguhnya Aku mengatur singgasana dalam Baitul Makmur, yaitu rumah tempat kesukaan-Ku. Tempat itu berada dalam kepala Adam. Dalam kepala Adam itu ada otak, dalam otak itu ada manic, dalam manic ada budi, dalam budi ada nafsu, dalam nafsu ada sukma, dalam sukma ada rahsa, dalam rahsa ada Aku. Tidak ada tuhan selain Aku, zat yang meliputi semua keadaan.
5. Susunan dalam Singgasana Baitul Muharram. Sesungguhnya Aku mengatur singgasana berada dalam Baitul Muharram, yaitu rumah tempat pingitan-Ku. Tempat itu berada di dalam dada Adam, di dalam dada itu ada hati, di dalam hati itu ada jantung, di dalam jantung ada budi, di dalam budi ada jinem (angan-angan), di dalam jinem itu ada sukma, di dalam sukma itu ada rahsa, di dalam rahsa itu ada Aku. Tidak ada tuhan selain Aku, zat yang meliputi semua keadaan.
6. Susunan dalam Singgasana Baitul Muqaddas. Sesungguhnya Aku mengatur singgasana di dalam Baitul Muqaddas. Itu adalah rumah tempat Aku sicikan. Berada dalam kontol Adam, dalam kontol itu ada pringsilan (buah pelir), di dalam pringsilan itu ada nuthfah (mani), dalam mani itu ada madzi, dalam madzi itu ada wadi, dalam wadi ada manikem, dalam manikem itu ada rahsa, dalam rahsa itu ada Aku. Tidak ada tuhan selain Aku, zat yang meliputi semua keadaan, bertahta dalam nukat gaib, turun menjadi Jauhar Alam. Disitulah alam Ahadiyat berada dalam alam Wahdat dan alam Wahidiyat, alam Arwah, alam Misal, alam Ajsam, dan alam Insan Kamil, menjadi manusia sempurna yaitu sifat-Ku yang sejati.
7. Peneguh Iman. Yaitu menjadi kekuatan iman. Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Aku dan menyaksikan Diri-Ku bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan-Ku.
8. Kesaksian. Aku berada dalam Diri-Ku sendiri bahwa tidak ada tuhan selain Diri-Ku dan menyaksikan Diri-Ku bahwa Muhammad itu adalah utusan-Ku. Bahwa yang di namakan Allah itu adalah badanku, rasul itu adalah rahsa-Ku, Muhammad itu adalah cahaya-Ku, Aku selalu ingat dan tak pernah lupa, Akulah kekal dan tidak dapat di rubah keadaan, Akulah yang selalu tahu, tidak ada yang tersembunyi dari-Ku, Akulah yang menguasai segalanya yang mahabijaksana dan mahakuasa, tidak memiliki kekurangan dalam segala ilmu pemgetahuan, sempurna, hanya Diri-Ku yang meliputi semua alam dengan Kodrat-Ku.

Diterbitkan di: 08 Juli, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.