Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Politik>Biografi Muhammad Mursi: Presiden Pertama Mesir yang terpilih secara d

Biografi Muhammad Mursi: Presiden Pertama Mesir yang terpilih secara d

oleh: aforlan     Pengarang : Wikipedia
ª
 
Muhammad Mursi adalah Presiden Ke lima Republik Mesir. Ia adalah presiden yang pertama kalinya yang dipilih secara demokratis di negeri pyramid tersebut. Ia memenangkan pemilihan presiden pada putaran kedua setelah mengalahkan kroni Mubarrak, Ahmad Shaffiq dengan suara yang tipis. Ia terpilih melalui dukungan Partai Kebebasan dan Keadilan ( Freedom and Justice Party/ FJP) yang merupakan partai yang didukung oleh sebagian besar Jama’ah Ikhwanul Muslimin.
Muhammad Mursi dilahirkan di Desa Al Idwah, Distrik Sharkiyaa, Mesir. Ia adalah anak pertama dari enam saudara. Mursi muda menamatkan pendidikan di Sharkiyaa dari pendidikan Dasar hingga pendidikan Menengah. Ia melanjutakan pendidikan tinggi di bidang Tehnik di Universitas Kairo hingga mendapat gelar master pada bidang Tehnik. Kemudian ia melanjutkan kuliah untuk mendapatkan gelar Doktor atau Strata 3 dari Univerisitas Southern California, Amerika Serikat. Ia juga menjadi asssiten dosen di Universitas tersebut.
Setelah menamatkan studinya, Mursi kembali ke Mesir. Ia smepat mengikuti wajib militer dari tahun 1975 hingga tahun 1976. Mursi Menikah pada tahun 1978 dan kini mempunyai lima orang anak yang bernama Ahmad, Shaima, Osama, Omar dan Abdullah. Dari kelima anaknya ia mempunyai tiga orang cucu.
Ia mengawali karir politiknya pada 2010 dan terpilih sebagai anggota MPR Mesir. Ia sempat ditahan dalam penjara karena menentang rezim otoriter Husni Mubarak.
Sebagai politisi, Mursi sangatlah piawai. Ia berhasil “menyingkirkan” Marsekal Thantawi dari Dewan Militer karena khawatir campur tangan militer akan membuat Mesir terjerumus kembali dalam lembah otoriter. Pemerintahannya kini cukup stabil dan Mesir menjadi ramah bagi Palestina dengan dibukanya perbatasan pintu Gaza di Rafah. Dukungan Mursi pada perjuangan Palestina jelas terlihat.
Untuk mempertahankan reformasi ia pun mengajukan dekrit yang mendapat penentangan dari kaum Liberal Mesir. Padahal deksrit tersebut bertujuan untuk mencegah adanya tirani baru dekrit tersebut berisi seorang tidak bisa ditahan seenaknya, seorang Mesir harus beragama menurut kepercayaan baik Islam, Kristen maupun Yahudi dan pembatasan terhadap kekuasaan.
Dekrit Presiden Mesir mendapat tentangan dari kalum Libearal. Sebaliknya dekrit ini mendapat dukungan dari kalangan Islami seperti kelompok Ikhwanul Muslimin, Jamaah salafy, kelompok profesi dan partai politik yang berjumlah 48. Demo-demo selama ini yang menentang dekrit presiden Mursi hanya sebagian kecil saja yang ingin memaksakan kehendak atau minoritas yang otoriter.

Diterbitkan di: 07 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.