Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Politik>Pembantaian Muslim Rohingya

Pembantaian Muslim Rohingya

oleh: aforlan     Pengarang : Teguh Setiawan
ª
 
Kekerasan terhadap Muslim Rohingya sangat memperihatinkan. Karena mereka mempunyai agama yang berbeda dari mayoritas suku Burma yakni Budha. Para warga Burma mengejar muslim di negeri tersebut hingga terdesak ke wilayah perbatsan Bangladesh. Masjid mereka dihancurkan oleh orang Myanmar.
Ternayta kekerasan ini juga tidak spontan semata melainkan terorganisir dengan rapi. Aparat kemanan Myanmar turut serta dalam pembersihan etnis Rohingya atau Etthnic cleaning. Presdeinnya sendiri Than Sein terus terang mendukung upaya pembersihan etnis ini. Ia mengusulkan agar penduduk Rohingya dialokasikan ke tempat pengungsian yang dioperasikan oleh PBB. Tentu saja perkataan presiden Burma tidak menjunjung persamaan ha kantar warganya. Hinga kini sudah lebih 20.000 warga muslim syahid akibat kebrutalan teroris yang didukung pemerintah.
Presiden Tan Sein juga menyebutkan akan mengirimkan pendudk Rohingya jika ada Negara ketiga yang mau menerima mereka. Kenyataan Negara tetangga sepertii Bangladesh yang memiliki kesamaan budayapun menolak pengungsi Rohingya karena dibatasi oleh pemikiran kebangsaan yang picik.
Seharusnya Presiden harus memberikan jaminan kemanana bagi seluruh warga negaranya sendiri tanpa membedakan agamanya. Ia juga harus bisa menghentikan pembatanian dengan penegakkan hokum yang benar. PBB juga harus bernai vbersikap Negara junta militer ini sesuai dengan deklarasi HAM PBB.
Sementara itu, penggiat hak azasi manusia Myanmar yang juga penerima Nobel Aung San Syu Ki seperti diam seribu bahasa melihat kenyataan pedih ini. Ia tidak lantang lagi membela persamaan hak yang selalu didenggung-dengungkan.
Pembantaian terhadap Rohingya bukan kali ini saja. Sekitar Tahun 1995, kita juga mendegar pembataian terhadap saudara sesame muslim. Tidak ada fihak yang mau membela mereka karena tidak ada keuntungan bagi mereka. Kalau saja isu Rohingya menguntungkan, maka pihak International akan memeainkan isu ini.
Diterbitkan di: 18 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.