Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Biografi Prabowo Subianto

oleh: MenjanganFamz    
ª
 
Biografi Prabowo Subianto - Biografi Prabowo

  • Nama Lengkap : Prabowo Subianto
  • Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
  • Agama : Islam
Pendidikan :
  • SMA American School In London, U.K. (1969)
  • Akabri Darat Magelang (1970-1974)
  • Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD

Kursus/Pelatihan :
  • Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
  • Kursus Para Komando (1975)
  • Jump Master (1977)
  • Kursus Perwira Penyelidik (1977)
  • Free Fall (1981)
  • Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
  • Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)

Pekerjaan :
  • Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (1974 – 1998)
  • Wiraswasta

Jabatan Militer :
  • Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
  • Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
  • Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983-1985)
  • Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
  • Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
  • Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991-1993)
  • Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1995)
  • Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
  • Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)
  • Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
  • Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
  • Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Jabatan Sekarang :
  • Ketua Umum HKTI periode 2004-2009
  • Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
  • President Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
  • President Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
  • President Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia

Tanda Jasa/Penghargaan :
  • Bintang Kartika Eka Paksi Nararya (Prestasi)
  • Satya Lencana Kesetiaan Xvi Tahun
  • Satya Lencana Seroja Ulangan–Iii
  • Satya Lencana Raksaka Dharma
  • Satya Lencana Dwija Sistha
  • Satya Lencana Wira Karya
  • The First Class The Padin Medal Ops Honor Dari Kamboja
  • Bintang Yudha Dharma Nararya

Keterangan Lain :
  • Keanggotaan Dalam Organisasi Politik
  • Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro
  • Keanggotaan Dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
  • Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan
  • (Universitas Kebangsaan)
  • Ketua Majelis Perhimpunan Keluarga Mahasiswa Dan Alumni Supersemar
  • Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (Ksi) Dengan 14 Cabang Di 4 Provinsi di Indonesia
  • Ketua Yayasan 25 Januari
  • Ketua Umum PB Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI)

Email : info@prabowosubianto.com
Website : www.prabowosubianto.com

Anak dari begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, ini menikah dengan Titiek Prabowo, anak Presiden Soeharto, akan tetapi bercerai setelah dicopot jabatannya oleh Presiden Habibie melalui mantan Pangab Wiranto karena keterlibatan oknum Kopassus dalam kasus penculikan sejumlah aktivis LSM dan pelanggaran HAM.

Prabowo termasuk tokoh kontroversial di Indonesia.Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani, namun upaya ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu.

Pada tahun 1990-an, Prabowo terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada tahun 1995, ia sempat menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil. Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Adang Ruchiatna. Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan. Menurut pakar Adnan Buyung Nasution, kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana.

Pada tahun 1997, Prabowo diduga kuat mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 14 orang, termasuk seniman 'Teater Rakyat' Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima masih hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk mengeksekusi operasi tersebut. Namun demikian, Prabowo belum diadili atas kasus tersebut hingga sekarang walau anggota Tim Mawar sudah dijebloskan ke penjara. Para korban dan keluarga korban juga sama sekali belum memaafkannya dan masih terus melanjutkan upaya hukum. Sebagian berupaya menuntut keadilan dengan mengadakan aksi 'diam hitam kamisan', aksi demonstrasi diam di depan Istana Negara setiap hari Kamis. Prabowo dan koleganya, Sjafrie Syamsuddin, juga tidak pernah memenuhi Panggilan Komnas HAM yang berusaha untuk mengusut kasus tersebut.

Di samping itu, Prabowo juga diduga kuat mendalangi Kerusuhan Mei 1998 berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta. Dugaan motifnya adalah untuk mendiskreditkan rivalnya Pangab Wiranto, untuk menyerang etnis minoritas, dan untuk mendapat simpati dan wewenang lebih dari Soeharto bila kelak ia mampu memadamkan Kerusuhan, yang mana ternyata ia gagal. Dia juga masih belum diadili atas kasus tersebut.

Juga pada Mei 1998, menurut kesaksian Presiden Habibie dan purnawirawan Sintong Panjaitan, Prabowo melakukan insubordinasi dan berupaya menggerakkan tentara ke Jakarta dan sekitar kediaman Habibie untuk kudeta. Karena insubordinasi tersebut ia diberhentikan dari posisinya sebagai Kostrad oleh Wiranto atas instruksi Habibie. Terkait masa-masa tersebut, Prabowo kemudian hari juga berpolemik dengan purnawirawan Jendral Wiranto.

Setelah Mei 1998, untuk menghindari tekanan dari Habibie terkait insubordinasi tersebut dan menghindari pengusutan hukum terkait kerusuhan Mei dan penculikan para aktivis, ia melarikan diri ke Yordania. Ia mendapat suaka politik dan status kewarganegaraan dari Abdullah II. Pangeran Abdullah II yang kemudian pada 1999 menjadi Raja Yordania adalah kawan Prabowo di sekolah militer. Prabowo kembali ke Indonesia pada 2001 setelah kekuatan Poros Tengah menggulingkan Presiden BJ Habibie dan momentum untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM Orde Baru mulai surut.

Di masa sekarang, partai yang menjadi mesin politiknya, Partai Gerindra, juga tak lepas dari kontroversi, di mana Wakil Ketua Umum partai itu yang juga rekan dekat Prabowo, Muchdi PR, sempat ditetapkan sebagai tersangka, dan diduga sebagai otak pembunuhan aktivis HAM Muni
Diterbitkan di: 07 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Presiden RI 2014-2019 ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    prabowo subianto 12 Maret 2013
  1. Jawaban  :    Yups :) moga dapat terpilih :) 01 Agustus 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.