Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Politik>Kebakaran Bis dan Hak Konsumen

Kebakaran Bis dan Hak Konsumen

oleh: Rumahsehat     Pengarang : Endang Sri Damayanti
ª
 
Kebakaran busway Trans Jakarta setidaknya menyisakan sebuah agenda. Dan masyarakat juga dibuat cemas. Karena, kasus busway tidak saja sekali terjadi. Namun kasus konsleting dan kebakaran menghadirkan satu ironi betapa masih pentingnya berbeah dalam memberikan layanan transportasi publik. Fakta ini, tentu berkorelasi dengan :
1) Keselamatan pengguna fasilitas transportasi terabaikan
2) Layanan fasilitas publik yang diadakan oleh pemerintah masih di bawah standar.
Kita tahu bahwa penggunaan busway yang dikenalkan oleh gubernus Sutiyoso, meniru langkah kerja yang dilakukan di beberapa negara. Busway di Jakarta setidaknya meniru langkah pemecahan konflik transportasi darat yang pernah terjadi di Jepang, Kolombia. Sejarah busway di Indonesia diawali sejak tahun 1997 di Jakarta. Yang kemudian diadopsi di beberapa ibukota propinsi di tanah air.
Hingga tahun 2008, terdapat lebih dari 70 juta orang telah menikmati fasilitas busway. Busway bukan saja menjadi sarana transportasi alternatif. Lebih jauh, busway pada satu sisi telah mampu mengurai kemacetan di Ibukota Jakarta dan mendorong produktivitas ekonomi di wilayah ibukota. Dengan tarif angkutan yang relatif terjangkau, maka busway menjadi fasilitas transportasi bagi kalangan yang berada di wilayah pinggiran Jakarta.
Kebakaran bis trans Jakarta, menyisakan satu agenda, bahwa masyarakat adalah konsumen yang memang harus dijamin hak-nya. Hak konsumen menjadi mutlak, untuk dijamin. Sekalipun kasus kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa, tentu perostiwa tersebut akan memberikan trauma bagi pengguna fasilitas trans Jakarta.
Jujur saja, jalur bus way memang telah mereduksi persoala kemacetan Jakarta. Artinya, mulai ada tingkat kepercayaan pada layanan transportasi publik tersebut. Namun, ketika kepercayaan itu mulai tinggi, justru kecelakaan telah menurunkan tingkat kepercayaan. Maka pemerintah penting untuk :
1) menjaga mutu layanan transportasi publik dengan perawatan fasilitas transportasi
2) kampanye gencar bahwa naik bus way adalah jalan yang aman dan nyaman
3) adanya transparansi dalam pengelolaan guna menumbuhkan kembali kredibilitas
Diterbitkan di: 03 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.