Industri peralatan dan perlengkapan pertahanan AS benar-benar sangatlah menguntungkan menjelang antara akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012. Setelah Lockheed Martin menerima pesanan jet tempur siluman F-35 dari pemerintah Jepang, awal tahun ini perusahaan ini ketimban kontrak baru untuk menyuplai beberapa unit sistem pertahanan theater berupa pelacak, rudal dan peluncurnya kepada pemerintah Uni Emirat Arab. Sistem ini mampu melacak, mencegat dan menghancurkan sasaran yang terbang pada ketinggian di atas atmosfer maupun di bawah atmosfer bumi.
Emang tidak di sebutkan secara sepesifik jumlahnya, namun total nilai kontrak tersebut bernilai US$ 1,96 Milyar. Lockheed MArtin menyebutkan sistem senjata jenis ini merupakan yang pertama kali mendapatkan pengesahan untuk ekspor melalui perundang-undangan FMS(foregin military sales).
Sebelum di sahkan, AD AS telah memesan 2 hingga 4 unit terlebih dahulu dan pesanannya telah di kirimkan sebagian ke AD AS. AD AS memesan sistem senjata ini kepada Lockheed Martin sejak tahun 2006. Dua unit sistem telah di kirimkan sementara kontrak pesanan 4 unit sistem ini baru di berikan pada tahun 2010 dan 2011.
Sementara itu Lockheed Martin telah melakukan uji coba senjata ini sebanyak 12 kali di lapangan dengan 9 kali sukses mencegat objek pada ketinggian di atas atmosfer bumi maupun di bawah atmosfer bumi. Uji coba lapangan di lakukan pada tahun 2005 lalu. Sepertinya hal ini juga yang membuat Cina membuat dan menguji coba sistem rudal pencegat satelit beberapa tahun silam yang mendapatkan kritikan Internasional namun sebenarnya merupakan jawaban balasan dari sistem yang di kembangkan AS.