Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Politik>Konsulat AS Shenyang: Pembantaian Di Tianmen dan reaksi daerah lain

Konsulat AS Shenyang: Pembantaian Di Tianmen dan reaksi daerah lain

oleh: supermaster     Pengarang : supermaster
ª
 
Memo ini di kirimkan oleh konsulat AS di Shenyang kepada kedubes AS di Beijing mengenai perlakuan polisi dan tentara pembebasan rakyat Cina dalam menindaklanjuti protes pro demokrasi oleh Mahasiswa. Memo ini di kirim oleh Patrick Leahy pada tanggal 04 Juni 1989 pukul 15:00 waktu AS. Wikileaks melepaskan kabel diplomatik ini pada tanggal 23 Agustus 2011. Ini mengungkapkan kebrutalan polisi dan tentara pembebasan rakyat Cina dalam memberangus mahasiswa yang melakukan aksi protes damai. Para mahasiswa bersimpati dan marah mendengar berita bahwa para mahasiswa pro demokrasi Beijing di tembaki oleh tentara pembebasan rakyat Cina/PLA. Para mahasiswa dari daerah timur laut akan melakukan prosesi pemakaman bagi yang tewas serta melanjutkan aksi protes simpatik dengan cara berorasi. Mahasiswa mengecam penyerangan oleh aparat secara brutal, menangisi mereka yang tewas dan membawa spanduk untuk menurunkan Li Peng. Sebagian mahasiswa melakukan demo dengan berjalan melalui distrik industri di Shenyang namun tidak ada satupun buruh yang ikut berpartisipasi. Para mahasiswa dari Shenyang ini datang dari PT penerbangan, Universitas Liaoning , Universitas Politeknik dan Universitas Teknologi Timur laut melakukan aksi jalan damai dengan mengenakan seragam prosesi pemakaman pada 4 Juni untuk menginformasikan pembantaian Beijing kepada warga-warga setempat. Jumlah mahasiswa yang ikut serta mencapai 5,000 orang. Mereka berjalan dalam kelompok besar melalui sebagian besar kota termasuk kompleks industri Tiexi. Kali ini mereka mendapatkan simpati dan ucapan duka bagi para mahasiswa yang tewas di Beijing akibat kebrutalan para tentara pembebasan rakyat Cina. Para warga juga bertepuk tangan dan memberikan semangat sebagai sebuah dorongan untuk melawan penggunaan kekerasan dan penahanan atas Li Peng yang telah memerintahkan penggunaan militer dalam menekan protes di Tianmen Square di Beijing. Akhirnya jumlah mahasiswa dan buruh yang ikut bergabung bertambah.

Sementara itu, mahasiswa dari Dalian dan Harbin juga ikut melakukan aksi jalan prosesi pemakaman bagi mahasiswa di Beijing yang tewas akibat kebrutalan tentara pembebasan Rakyat Cina di bawah perintah Li Peng. Mereka memprotes pemerintah mereka. Rincian mahasiswa dari Harbin Institute Teknologi mencapai 2,000 orang. Di Universitas Teknologi Dalian sebanyak 2,000 mahasiswa mengatakan akan melakukan aksi protes jalan damai walaupun di bayangi-bayangi dengan tentara yang memasuki Beijing. Mereka melakukan aksi jalan damai pada hari sabtu 11 siang hingga hari minggu pukul 2 pagi. Mereka melakukan aksi mengelilingi kampus dan meminta para guru dan staff kampus untuk turut serta dalam mengutuk tindakan pemerintah yang brutal. Ketika para mahasiswa Kampus DUT beristirahat kembali 3,000 orang melakukan aksi demo jalan damai yang beberapanya terdiri dari elemen mahasiswa dari kampus Kelautan Dalian dan Universitas Keuangan Timur laut mengutuk kebrutalan pemerintah. Pada minggu sore, mahasiswa yang berkumpul memutuskan meninggalkan kampus.

Mahasiswa Changchun bereaksi lebih passif mendengar berita kebrutalan pemerintah dalam menghadapai mahasiswa pro demokrasi di Beijing Tianmen Square. Namun lebih dari 10,000 mahasiswa gabungan dari Universitas Jilin dan Universitas Normal Timur Laut melakukan aksi turun jalan Changchun sore tersebut. Mereka meneriakan komitmen mereka terhadap pergerakan demokrasi dan meminta Li Peng untuk segera di turunkan/di tangkap serta melakukan jalan prosesi pemakaman bagi mahasiswa yang tewas. Bahkan beberapa pendemo mengenakan baju oblong bertuliskan karakter Cina yang berarti “kebebasan” yang di sertai dengan noda darah di sekitarnya.

Namun untungnya demonstrasi di timur laut oleh para mahasiswa ini tidak di hadang oleh aparat kepolisian maupun militer. Walaupun begitu beberapa aparat berpakaian preman terlihat di beberapa sudut lokasi yang di lalui pendemo. Pemberantasan pendemo pro demokrasi di Tianmen Square ini menjadi sejarah terburuk kedua Cina setelah pembantaian di Nangking(Waktu itu ibu kota Cina) oleh Jepang pada tahun 1928. Apa yang terjadi jika revolusi Cina tahun 1989 berhasil?
Diterbitkan di: 29 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.