Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Politik>Jejaring Sosial Maju Melawan

Jejaring Sosial Maju Melawan

oleh: lautsamudera     Pengarang : Egidius Patnistik
ª
 

Ketika media di tekan oleh kekuasaan maka jejaring sosial akan maju ke garis depan. Demikian diungkapkan oleh pakar Komunikasi yang terbukti saat unjuk rasa Sabtu (9/7) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemarahan masyarakat disuarakan dan disalurkan lewat situs jejaring sosial di dunia maya, Facebook, dan komentar-komentar yang mereka kirimkan.

Berbagai macam akun Facebook mulai dari desakan agar Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak mundur, kecaman keras terhadap ”keberingasan” polisi, sampai akun yang dengan terang-terangan mendukung aksi Bersih 2.0.

Seperti diberitakan, akhir pekan lalu Koalisi untuk Pemilu yang Bersih dan Jujur menggelar unjuk rasa damai, yang dinamai Bersih 2.0. Mereka mendesak agar pemilu Malaysia digelar bersih dan jujur.

Aksi unjuk rasa damai itu berakhir kisruh. Sebanyak 1.667 pengunjuk rasa ditangkap dan ditahan oleh polisi. Aparat kepolisian membubarkan pengunjuk rasa dengan cara menembaki para demonstran dengan gas air mata, menyerbu, dan memukuli mereka secara brutal.

Seorang pengunjuk rasa dilaporkan meninggal dunia karena serangan jantung saat berusaha menghindar dari tembakan gas air mata. Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dikabarkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit karena terjatuh saat lari menghindari serbuan polisi.

Banyak situs yang mengadakan perlawanan dalam dunia maya tersebut, diantaranya www.malasiakini.com, dan para pengguna Facebook yang terus memberikan dukungan terhadap aksi damai itu.

Gerakan perlawanan terhadap ”Pemerintahan yang Dzolim” lewat dunia maya memang bukan baru terjadi kali ini saja. Sejarah dunia mencatat, gelombang perlawanan lewat dunia maya bahkan berujung pada tergulingnya sejumlah pemerintahan diktator, seperti terjadi di beberapa negara di Timur Tengah.

Dalam tiga tahun terakhir, Negara Malaysia dalam indeks kebebasan pers oleh Freedom House dikategorikan sebagai negara dengan pers yang terkekang.

Diterbitkan di: 12 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.