Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Politik>Krisis Politik di Libya Mengancam Perekonomian Dunia

Krisis Politik di Libya Mengancam Perekonomian Dunia

oleh: electrolish    
ª
 
Krisis politik yang terjadi di Libya kini semakin memanas. Negara penghasil minyak terbesar ke-9 didunia yang juga menjadi negara terkaya akan minyak se-Afrika ini mengancam perekonomian dunia, khususnya negara-negara barat dan uni-eropa karena negara barat dan uni-eropa selama ini mendapatkan pasokan minyak dari Libya. Sekitar 95% minyak yang dimiliki Libya diekspor ke negara-negara barat dan uni-eropa.
Saat ini, Libya memiliki cadangan minyak sebanyak 47 milliar barrel. tak hanya itu, Libya juga memiliki cadangan gas sebesar 47 triliun kubik dan tiap harinya Libya memproduksi sekitar 4.5 juta barrel. Tentunya ini akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas energi dunia.

Pemberontakan yang terjadi di Libya kini menjadi sorotan dunia. Muammar Khadaffi yang telah memimpin selama 4 dekade kini dituntut untuk mundur oleh rakyatnya. Kekacauan dimana-mana dan korban terus berjatuhan dan akan terus berjatuhan. 

Campur tangan negara barat menambah parahnya krisis disana. Amerika yang memimpin penyerangan udara bersama negara eropa dan arab melakukan ekspansi dan penyerangan bertubi-tubi. Menurut laporan, kediaman pemimpin Libya, Muammar Khadaffi, hancur diserang aliansi militer asing. Sebenarnya, apakah motif dibalik campur tangan pihak asing??

Para ahli mengatakan, motif yang menjadi dasar penyerangan amerika dan inggris ke Libya didasari oleh cadangan minyak yang dikandung oleh negara yang terletak di Afrika utara tersebut. Separah itukah?

Saat sekutu barat menghujani serangan lewat udara ke bumi Libya, pertempuran di darat terus berlangsung antara para revolusioner dan para pendukung Khadaffi. Sangat disayangkan, mengapa barat harus datang dengan menambah keruhnya suasana ditengah krisis yang terjadi disana. Seharusnya, negara-negara barat dan uni-eropa datang dengan misi perdamaian agar krisis yang mengancam dunia itu bisa diakhiri. Tetapi sebalinya, mereka datang dengan burung besi yang membawa rudal. Sangat memalukan, negara adidaya Amerika melakukan tindakan seperti itu. 

Seiring berjalannya campur tangan negara barat, banyak pihak yang menduga bahwa kedatangan negara-negara barat tersebut hanya ingin untuk menguasai minyak dunia. Mereka memanfaatkan krisis yang terjadi di Libya sebagai alasan untuk masuk ke negeri tersebut dengan jet tempur yang dimlikinya. 

Presiden Venezuela, Hugo chaves telah berbincang dengan Khadaffi terkain krisis yang melanda Libya. Chaves menawarkan untuk memediasi pertikaian yang berlangsung kian sengit. Ia (Chaves), merencakan pembentukan blok negara sahabat untuk memediasi pertikaian dan agar mendapatkan solusi untuk masalah ini.

Sangat heroik. Pemikiran-pemikiran seperti inilah yang seharusnya muncul dibenak para penguasa dunia. Para penguasa seharusnya memutar otak untuk mencarikan jalan agar krisis ini bisa secepatnya berakhir. Bukannya malah menebar aksi dengan mengirimkan pesawat tempur untuk alasan perdamaian. 

Diterbitkan di: 21 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.