Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Politik>Dampak Krisis Indonesia Malaysia

Dampak Krisis Indonesia Malaysia

oleh: airi    
ª
 
Pro kontra masyarakat dan para elit politik dalam menanggapi pidato Presiden Republik Indonesia cukup beraneka ragam. Ada beberapa elit politik yang mendukung seperti dikutip dari pernyataan Ruhut Sitompul aktifis elit politik dari partai Demokrat sebagai berikut : Kritikan-kritikan yang dilontarkan oleh beberapa kalangan, dianggap Ruhut merupakan respon dari orang-orang yang mencari panggung. "Pidato Pak SBY 100, mantap! Saya mengerti orang-orang yang berseberangan. Ada pepatah, lain lubuk lain ikannya. Tidak bisa kita menyamakan kondisi masa Bung Karno dengan era Pak SBY," kata Ruhut, Kamis (2/9/2010), di Gedung DPR, Jakarta.
Pascapidato Presiden, banyak yang membandingkan dengan pidato Presiden Soekarno saat konflik dengan Malaysia. Kala itu, Bung Karno menyerukan "Ganyang Malaysia".
Perbedaan pendapat juga dilontarkan dari beberapa elit politik dari gedung DPR sebagai berikut :
"Saat masa Bung Karno itu, kiblat Malaysia adalah Indonesia. Lihat perjalanan sejarah. Jangan tunjuk hidung Malaysia, tunjuk hidung kita. Kenapa mereka berani? Karena kita yang buat kita diremehkan. Pemimpin negara tidak dihargai, ya dikerjainlah kita," ujar anggota Komisi III DPR ini.
Pada hakekatnya prinsip dan jalan yang di ambil oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudoyono dalam mengambil sikap perlu kita sadari dikarenakan banyak pertimbangan yang harus dipertaruhkan, selain masalah TKI yang diperkirakan kurang lebih 2 juta jiwa yang saat ini berada di Malaysia, konflik yang terjadi di perairan Kepulauan Riau pada beberapa waktu lalu masih dianggap kabur. Hal ini disebabkan belum adanya keputusan batas - batas wilayah yang jelas dari kedua negara.
Keputusan batas - batas dari kedua negara saat ini sedang diupayakan oleh Pemerintah dalam penanganannya untuk lebih mempertegas daerah batas teritorial negara kita dan sebagai payung hukum dalam hal ada pelanggaran hukum di perbatasan antar kedua negara.
Diterbitkan di: 02 September, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.