Berbicara mengenai
PTS dan PTN lebih baik manakah? Tentu akan menimbulkan pro dan kontra antara
satu pendapat dengan pendapat lainnya. PTS maupun PTN perlu kita tahu bahwa
semua itu hanyalah mediator yang sering dijadikan perdebatan. Bangsa Indonesia
membutuhkan generasi yang cerdas dan
berkarakter, begitu pula dalam menuntut ilmu perlu kita tunjukan karakter dan jati
diri masing-masing dengan tujuan mulia untuk membangun bangsa kita tanpa
melihat perbedaan status dari mana kita berasal PTN ataupun PTS. Untuk mengarah
kesana, perlu kita sadari bahwa dimanapun kita menimba ilmu berasal dari berbagai sumber manapun
pada hakekatnya adalah dengan tujuan yang sama, sehingga tak perlulah kita
berpacu untuk berebut kursi dibangku PTN, toh semua itu tak menjamin kita
sukses di dunia kerja. Pada kenyataannya
tak sedikit pula mahasiswa PTS yang mempunyai prestasi tak kalah oleh mahasiswa
PTN. Jadi kenapa harus berebut untuk menduduki kursi PTN saja? pada
kenyataannya kedua logo itu hanya sebagai mediator, semua kembali pada
masing-masing individu. Bagaimana niat mereka? Yang jadi pertanyaan berebut
kursi di PTN hanyalah sebagai ajang kebanggaan, ikut-ikutan ataukah benar-benar
ingin menimba ilmu. Mungkin ini yang perlu kita renungkan.
Kita tinjau dari segi
pembiayaan pada PTS dan PTN hampir berimbang, Meskipun ada beberapa dari PTS
yang lebih mahal dari PTN ataukah sebaliknya, PTS jauh lebih murah. Beasiswa yang ditawarkan oleh PTS pun tak
kalah banyak dengan Beasiswa yang ditawarkan PTN. Sebagai contoh di Universitas
Mercu Buana Yogyakarta yang pada dasarnya Perguruan Tinggi Swasta juga memiliki
kesempatan berkerjasama dengan Beasiswa Unggulan yang notabennya adalah
Beasiswa yang ditanggung seluruh biaya studi oleh Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negri Kemendikbud. Begitu pula di PTN yang menawarkan
Beasiswa Bidik Misi yang hampir seimbang dengan beasiswa yang di tawarkan di
PTS. Bidik misi juga ditawarkan pada PTS dengan jurusan tertentu saja. Menimba
ilmu pada Perguruan Tinggi Swasta tak jauh beda menimba ilmu di Perguruan
Tinggi Negri, dengan Beasiswa Unggulan memiliki kesempatan belajar di Negara
lain. Dari sini dapat kita lihat, PTS juga berkesempatan sama dengan PTN.
Dari segi kualitas,
tak sedikit PTS yang memiliki akreditasi A, Jadi mengapa dilema ? Meskipun
demikian banyak juga PTS yang belum terakreditasi. Semua itu bergantung pada
pribadi masing-masing untuk pintar-pintar memilih Bangku kuliah yang tepat
untuknya. Banyak yang harus kita tinjau dalam memilih perguruan tinggi karena
perguruan tinggi itulah yang akan menghantarkan kita pada kesuksesan, Serta yang
menjadi fasiltas kita untuk menjadi generasi yang berkembang. Tak hanya berpacu
PTN saja dan menganak tirikan PTS, Kini cobalah kita buka mata kita. Ibaratkan
apalah arti sebuah label ? bila kita tidak mengerti produk apa yang kita beli .
Terkadang tak kita
sadari kita telah membohongi diri, hanya demi dapat menduduki bangku PTN, yang
pada dasarnya diperebutkan oleh berjuta-juta calon mahasiswa baru. Disisi lain
masih banyak PTS yang membuka kesempatan yang sama untuk memperebutkan
bermacam-macam beasiswa yang dapat meringankan beban orang tua, tapi apa? Hanya
disia-siakan saja. Kenyataannya banyak beasiswa tak termanfaatkan, karena apa ?
balik lagi pada pola berfikir bahwa PTN lebih terjamin dari pada PTS. Sehingga
banyak yang rela mengantri dan merebutkan bangku PTN. Tanpa melihat kesempatan
lain yang sebenarnya dapat dimanfaatkan.
Meskipun tak semua berpendapat sama, namun tak sedikit pula yang lolos
di perguruan tinggi negri dengan cara yang tidak pantas. Perlu kita sadari,
bahwa pendidikan bukan untuk dikomersilkan. Tak sedikit pula yang pandai tak
dapat masuk PTN lantaran tak sanggup dengan biaya yang melampaui kemampuan
sehingga memilih PTS dengan membanggakan prestasi. Dari sini kita dapat berkaca
lari kemana generasi penerus yang cerdas? Tak lain PTS memiliki kesamaan dengan
PTN, Memperoleh mahasiswa yang bukan hanya mahasiswa pelarian karena tak
diterima di PTN. Kesejajaran ini yang mungkin dapat dipertimbangkan dalam
memilih perguruan tinggi. Mungkin selama ini hanya mahasiswa pelarian yang
disorot publik , apakah kita berfikir pula tentang kualitas mahasiswa PTS ?
Banyak orang tidak memikirkan ini, bahkan tidak melihat potensi dibalik PTS. Yang
didalamnya bernaung mahasiswa-mahasiswa yang tetap cerdas meskipun tak duduk
dibangku PTN.
Hal ini menjadi
pertimbangan untuk kedepan, bahwa dimanapun kita menimba ilmu kita tetap satu tanpa
ada perbedaan status PTS maupun PTN . Karena apa? PTS maupun PTN mempunyai
kesempatan yang sama dalam mencerdaskan generasi penerus yang cerdas dan
berkarakter . Kesempatan memasuki dunia kerjapun PTS tak kalah saing dengan PTN.
Tak sedikit pula lulusan PTS yang langsung memperoleh pekerjaan.