Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Opini Murni>Pts dan PTN berperan sama dalam memajukan bangsa, Benarkah demikian ??

Pts dan PTN berperan sama dalam memajukan bangsa, Benarkah demikian ??

oleh: UmiieChiimutez     Pengarang: Umiarsih; Mahasiswi Penerima Beasiswa Unggulan; Kemendikbud; Universitas Mercu Buana Yogyakarta S
ª
 
Berbicara mengenai PTS dan PTN lebih baik manakah? Tentu akan menimbulkan pro dan kontra antara satu pendapat dengan pendapat lainnya. PTS maupun PTN perlu kita tahu bahwa semua itu hanyalah mediator yang sering dijadikan perdebatan. Bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang cerdas dan berkarakter, begitu pula dalam menuntut ilmu perlu kita tunjukan karakter dan jati diri masing-masing dengan tujuan mulia untuk membangun bangsa kita tanpa melihat perbedaan status dari mana kita berasal PTN ataupun PTS. Untuk mengarah kesana, perlu kita sadari bahwa dimanapun kita menimba ilmu berasal dari berbagai sumber manapun pada hakekatnya adalah dengan tujuan yang sama, sehingga tak perlulah kita berpacu untuk berebut kursi dibangku PTN, toh semua itu tak menjamin kita sukses di dunia kerja. Pada kenyataannya tak sedikit pula mahasiswa PTS yang mempunyai prestasi tak kalah oleh mahasiswa PTN. Jadi kenapa harus berebut untuk menduduki kursi PTN saja? pada kenyataannya kedua logo itu hanya sebagai mediator, semua kembali pada masing-masing individu. Bagaimana niat mereka? Yang jadi pertanyaan berebut kursi di PTN hanyalah sebagai ajang kebanggaan, ikut-ikutan ataukah benar-benar ingin menimba ilmu. Mungkin ini yang perlu kita renungkan.

Kita tinjau dari segi pembiayaan pada PTS dan PTN hampir berimbang, Meskipun ada beberapa dari PTS yang lebih mahal dari PTN ataukah sebaliknya, PTS jauh lebih murah. Beasiswa yang ditawarkan oleh PTS pun tak kalah banyak dengan Beasiswa yang ditawarkan PTN. Sebagai contoh di Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang pada dasarnya Perguruan Tinggi Swasta juga memiliki kesempatan berkerjasama dengan Beasiswa Unggulan yang notabennya adalah Beasiswa yang ditanggung seluruh biaya studi oleh Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negri Kemendikbud. Begitu pula di PTN yang menawarkan Beasiswa Bidik Misi yang hampir seimbang dengan beasiswa yang di tawarkan di PTS. Bidik misi juga ditawarkan pada PTS dengan jurusan tertentu saja. Menimba ilmu pada Perguruan Tinggi Swasta tak jauh beda menimba ilmu di Perguruan Tinggi Negri, dengan Beasiswa Unggulan memiliki kesempatan belajar di Negara lain. Dari sini dapat kita lihat, PTS juga berkesempatan sama dengan PTN.

Dari segi kualitas, tak sedikit PTS yang memiliki akreditasi A, Jadi mengapa dilema ? Meskipun demikian banyak juga PTS yang belum terakreditasi. Semua itu bergantung pada pribadi masing-masing untuk pintar-pintar memilih Bangku kuliah yang tepat untuknya. Banyak yang harus kita tinjau dalam memilih perguruan tinggi karena perguruan tinggi itulah yang akan menghantarkan kita pada kesuksesan, Serta yang menjadi fasiltas kita untuk menjadi generasi yang berkembang. Tak hanya berpacu PTN saja dan menganak tirikan PTS, Kini cobalah kita buka mata kita. Ibaratkan apalah arti sebuah label ? bila kita tidak mengerti produk apa yang kita beli .

Terkadang tak kita sadari kita telah membohongi diri, hanya demi dapat menduduki bangku PTN, yang pada dasarnya diperebutkan oleh berjuta-juta calon mahasiswa baru. Disisi lain masih banyak PTS yang membuka kesempatan yang sama untuk memperebutkan bermacam-macam beasiswa yang dapat meringankan beban orang tua, tapi apa? Hanya disia-siakan saja. Kenyataannya banyak beasiswa tak termanfaatkan, karena apa ? balik lagi pada pola berfikir bahwa PTN lebih terjamin dari pada PTS. Sehingga banyak yang rela mengantri dan merebutkan bangku PTN. Tanpa melihat kesempatan lain yang sebenarnya dapat dimanfaatkan. Meskipun tak semua berpendapat sama, namun tak sedikit pula yang lolos di perguruan tinggi negri dengan cara yang tidak pantas. Perlu kita sadari, bahwa pendidikan bukan untuk dikomersilkan. Tak sedikit pula yang pandai tak dapat masuk PTN lantaran tak sanggup dengan biaya yang melampaui kemampuan sehingga memilih PTS dengan membanggakan prestasi. Dari sini kita dapat berkaca lari kemana generasi penerus yang cerdas? Tak lain PTS memiliki kesamaan dengan PTN, Memperoleh mahasiswa yang bukan hanya mahasiswa pelarian karena tak diterima di PTN. Kesejajaran ini yang mungkin dapat dipertimbangkan dalam memilih perguruan tinggi. Mungkin selama ini hanya mahasiswa pelarian yang disorot publik , apakah kita berfikir pula tentang kualitas mahasiswa PTS ? Banyak orang tidak memikirkan ini, bahkan tidak melihat potensi dibalik PTS. Yang didalamnya bernaung mahasiswa-mahasiswa yang tetap cerdas meskipun tak duduk dibangku PTN.

Hal ini menjadi pertimbangan untuk kedepan, bahwa dimanapun kita menimba ilmu kita tetap satu tanpa ada perbedaan status PTS maupun PTN . Karena apa? PTS maupun PTN mempunyai kesempatan yang sama dalam mencerdaskan generasi penerus yang cerdas dan berkarakter . Kesempatan memasuki dunia kerjapun PTS tak kalah saing dengan PTN. Tak sedikit pula lulusan PTS yang langsung memperoleh pekerjaan.

Diterbitkan di: 07 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. chandra

    keren banget!

    keren banget!

    1 Nilai 21 Juli 2012
X

.