Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Opini Murni>Wahabi/Salafi Menentang Fatwa Ibnu Taimiyah

Wahabi/Salafi Menentang Fatwa Ibnu Taimiyah

oleh: MasIqbalAjib    
ª
 
Tradisi Tahlilan sering dikecam oleh kalangan Wahabi/Salafi sebagai perbuatan bi’ah dan sesat. Dan setiap perbuatan sesat tempatnya di neraka. Tapi, anehnya Imam besar mereka membolehkan tahlilan. Beliau mengatakan pahalan tahlilan dan bacaan Al-Qur’an sampai kepada mayyit. Berikut ini fatwa Imam besar Wahabi/Salafi:

PERTANYAAN I

Pada suatu hari Ibnu Taimiyah ditanyai: Apakah pahala bacaan Al-Qur’an sampai kepada mayyit? Beliau menjawab:

“Bacaan di atas kuburan itu dihukumi makruh oleh Abu Hanifah, Malik dan dalam salah satu riwayat Ahmad. Sementara dalam riwayat beliau yang lain tidak menghukuminya makruh, ia mengizinkannya kerena telah sampai kepadanya hadis Ibnu Umar bahwa ia berwasiat agar dibacakan pembukaan dan penutup surah al-Baqarah di atas kuburannya. Dan telah diriwayatkan dari sebagian sahabat agar dibacakan surah al Baqarah di atas kuburan mereka.


Adapun bacaan ketika dikuburkan, maka ia ada riwayat hadisnya. Adapun sesudahnyanya tidak ada riwayat tentangnya.” (Majmû’ Fatâwa 24: 298).


PERTANYAAN II

Ibnu Taimiyah juga pernah ditanyai: Apakah bacaan dan sedekah yang dilakukan oleh seseorang untuk dihadiahkan pahalanya kepada mayyit, pahalanya sampai atau tidak? Beliau menjawab:


“Bacaan dan sedekah serta amal-amal kebajikan lainnya tidak diperselisihkan di antara ulama Ahlusunnah wal Jama’ah bahwa pahala amal-amal ibadah mâliyah (harta) seperti sedekah dan memerdekakan budak akan sampai, sebagaimana sampai juga pahala doa dan istighfar, shalat jenazah dan mendoakannaya di atas kuburan. Yang dipersilihkan oleh Para ulama adalah masalah sampainya pahala amal-amal badainiyah seperti puasa, shalat dan bacaaan Al Qur’an. Adapun pendapat yang benar adalah semua pahala amal-amal itu akan sampai. Telah tetap dalam Shahihayn (Bukhari & Muslim) dari Nabi saw., “Barangsiapa mati dan ia ada tanggungan puasa maka keluarganya berpuasa untuknya.” Dalam hadis yang lain: “Bahwa Nabi memerintah seorang perempuan yang ditinggal mati ibunya sementara ia mempunyai tanggungan puasa agar si anak itu berpuasa untuk ibunya.”… (Majmû’ Fatâwa,24/366)


PERTANYAAN III

Dalam kesempatan yang lain Ibnu Taimiyah juga pernah ditanyai: Apakah bacaan keluarga mayyit, tasbihan, tahmidan dan tahlilan serta takbiran (membaca Al Qur’an, subhanallah, Alhamdulillah, Lâ Ilâha Illallah, dan Allahu Akbar) jika dihadiahkan pahalanya untuk si mayyit akan sampai atau tidak? Beliau menjawab:


“Bacaan keluarga: tasbihan, takbiran mereka, dan seluruh jenis dzikir kepada Allah jika dihadiahkan kepada mayit akan sampai.”


KESIMPULAN

  • Islamnya Ibnu Taimiyah mirip NU
  • Mengapa para pengikut Ibnu Taimiyah tidak tahlilan, ikut siapa?
  • Jika kaum wahabi/salafi menyesatkan tahlilan, baca Qur'an di kuburan, maka mereka juga telah menyesatkan Ibnu Taimiyah imam besar mereka.

Sumber: Abu Salafi


TOPIK TERKAIT

Searching di shvoong:
  • Wahabi Salafi: Sahabat Nabi SAW Masih Musyrik dalam Ibadah
  • Debat Antara Sunni dan Wahabi
  • Gelar Sayyid/Habib Bawa Berkah atau Bencana
  • Wahabi Salafi: Sahabat Nabi SAW Masih Musyrik dalam Ibadah

Diterbitkan di: 13 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.