Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pornografi MENURUT ISLAM

oleh: NurFitriaHandayani     Pengarang : qihan
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";} Zaman sekarang, ketika setiap orang bebas mengeluarkan pendapat dan berkreasi, pornografi bukan menjadi hal baru dikalangan masyarakat terutama bagi kaum terpelajar dari tingkat playgr0up hingga mahasiswa. Terkadang, menurut pendapat umum suatu pornografi sudah menjadi sesuatu yang tidak tabu lagi untuk diperlihatkan bahkan sangat tragisnya dipraktekkan. Pornografi yang terus-menerus diberitakan media massa dibarengi komunikasi publik blak-blakan, justru menjadi pendorong seseorang untuk mengetahui sesuatu yang diberitakan tersebut. Belum lagi dengan adanya media yang terlalu terbuka, budaya luar “Westernisasi” dan faktor lingkungan, menambah maraknya pornografi. Imbasnya, anak-anak dibawah umur hingga remaja dengan usia yang cenderung masih labil dan rasa ingin tahunya yang begitu tinggi, menjadfi lebih mudah terpengaruh. Dalam kasus pornografi pada anak usia sekolah dasar sebenarnya bukanlah berita baru, bahkan tak sedikit orang tua yang terlambat menyadari jika anak-anaknya ketagihan mengkonsumsi pornografi, namun sudah terlanjur ! Lalu pasrah dibiarkan begitu saja, Gubrakk!! Masya Allah!! Tsumma na’udzubillah..
Sebenarnya seberapa besar sih pengaruh pornografi terhadap otak anak yang sangat mempengaruhi pendidikannya sebagai kaum kaum terpelajar dan generasi penerus bangsa?
Hari jumat lalu (10/04) di TVRI dalam acara “Untukmu Ibu Indonesia”, Dr. Adre Mayza, Sp.S(K) dan ibu Elly Risman menjelaskan bahwa akibat dari pornografi pada otak anak adalah:
1. Bagian depan otak yang mengatur gerak dan perilaku akan menyusut. Bisa berpengaruh pada berkurangnya rasa tanggung jawab.
2. Neuron transmitter, yakni bagian otak yang mengontrol pada kesenangan akan bekerja berlebihan. Pada saat dewasa mereka akan berperilaku hanya berdasarkan kesenangan saja, sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.
3. Ketidakmampuan mengontrol batasan perilaku, akibatnya kecenderungan untuk mudah depresi lebih besar.
4. Saat dewasa anak-anak yang biasa menyaksikan pornografi hanya memandang wanita/pria sebagai objek seksual saja.
5. Ada kemungkinan melakukan kekerasan seksual dan phedophilia. Singkatnya, bu Elly Risman mengatakan bahwa jika narkoba menyebabkan 3 syaraf otak rusak, maka pornografi menyebabkan 5 syaraf otak yang rusak!!
Dan tahukah sobat QihAn? Jika pornografi secara terus-menerus menyebabkan kecanduan (adiksi) yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu.
Menurut Donald L. Hiltor Jr,MD, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio,USA, mengatakan bahwa adiksi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tregmental (VTA) secara fisik mengecil. Penyusutan jaringan otak yang memproduksi dopamine (bahan kimia pemicu rasa senang) menyebabkan kekacauan kerja neurotransmitter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan, juga menimbulkan perubahan konstan pada neurotransmitter dan melemahkan fungsi control (mengontrol diri dan perilakunya) dan menimbulkan gangguan memori. Kondisi tersebut tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsive, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.
Dan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain. Namun demikian, kini ada harapan kerusakan otak itu bias dipulihkan hingga mendekati normal dengan berbagai metode penyembuhan antara lain pemberian motivasi pribadi untuk memacu semangat penderita guna melepaskan diri dari kecanduan, dan penciptaan lingkungan yang aman bagi pecandudengan menurunkan secara drastic aksesnya terhadap pornografi. Selain itu, pembentukan kelompok pendukung dengan konselor dan terapis serta terapi peningkatan spiritualitas dampaknya akan sangat mempercepat proses pemulihan.

Islam mengatur adab bergaul tentunya!
1. Menundukkan pandangan
Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.”[QS.An-Nur:30-31]
Ibnu Katsir berkata: Ini adalah perintah dari Allah azza wa jalla kepada hambanya-hambaNYA mukminin untuk menundukkan pandangan-pandangan mereka dari perkara-perkara yang diharamkan, apabila kebetulan memandang kepada yang haram tanpa disengaja maka langsung mealingkan pandangannya secepat mungkin.
2. Tidak berjabat tangan dengan wanita/pria yang bukan mahram
Ehhem…, secar umum berjabat tangan sesame muslim diperbolehkaN. Bahkan sangat dianjurkan. Terutama ketika mereka saling bertemu. Seperti terlihat pada hadits berikut ini: Dari Barra ibnu Azib r.a, bahwa Nabi SAW bersabda: “Apabila dua orang muslim bersua, lalu keduanya saling berjabat tangan, memuji kepada Allah dan memohon ampuanNYA, maka keduanya diampuni [HR. Abu Daud dan Ibnu Sunii]
Akan tetapi hal ini bvisa berbeda ketika yang berjabat tangan adalah orang berbeda jenis kelamin, terutama yang bukan muhrim. Pada umumnya ulama mengHARAMkan bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram itu termasuk berjabat tangan. Termasuk juga diharamkan untuk saling berpegangan tangan, bergandengan, berpelukan bahkan ciuman serta hal-hal sejenisnya..iidiiih..
Bahkan para jumhur ulama termasuk keempat imam madzhab umunya mengemukakan hal tersebut berdasarkan dalil yang bersifat aqli dan naqli. Diantaranya yang sering dikemukakan antara lain adalah dalil-dalil berikut ini:
1. Menutup pintu fitnah
(saddudz-dzari’ah), alas an ini dapat diterima tanpa ragu-ragu lagi ketika syahwat tergerak atau karena takut fitnah bila telahtampak tanda-tandanya.
2. Rasulullah SAW tidsak menjabat tangan perempuan ketika bai’at. Dari Asy-sya’bi bahwa nabi SAW ketika membai’at kaum wanita beliau membawa kain selimut dari Qatar lalu beliau meletakkannya di atas tangan beliau seraya bersabda,”Aku tidak berjabat dengan wanita” [HR.Ab Daud dalam Al-Marasil]
sudah terejawantahkan semuanya. Sebagai kaum terpelajar kita sebagai murid/mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sudah saatnya harus peduli dengan bangsanya. Pornografi yang berimbas pornoaksi merupakan suatu hal yang dapat merusak otak dan moral bangsa. Sangat banyak peran dan kegiatan positif yang dapat dilakukan dan dibiasakan di kalangan kaum terpelajar.
SAY NO TO PORNOGRAFI!!!
Pencegahan dan penanggulangan dimulai dari diri sendiri dan ditularkan kepada yang lain. Pentingnya cara-cara seperti itu yang butuh pengembangan lebih lanjut demi menghalau pornografi serta pornoaksi.
Diterbitkan di: 24 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.