Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Opini Murni>Gernas KAKAO, HAMBATAN DAN HARAPAN

Gernas KAKAO, HAMBATAN DAN HARAPAN

oleh: LaMuge     Pengarang : randi salam
ª
 
Dua garis besar persoalan perkakaoan yang kita hadapi, antara lain regulasi serta produktifitas dan mutu kakao ini setidaknya dapat memberi alur dalam rangka menyusun perencanaan dalam rangka mendukung kebijakan kabupaten kakao terbaik 2010. (Namun demikian tulisan ini dibatasi hanya pada pokok persoalan lokal saja), karena itu sebaiknya pemerintah Kabupaten disamping fokus pada upaya pada tingkat lokal, juga tidak melupakan aspek regulasi yang intinya merupakan kebijakan pemerintahan pusat.

Kita tidak perlu menyesal dan berandai-andai sekiranya pemerintah sejak dua atau tiga dekade yang lalu secara ketat mengawasi masuknya benih dan kecambah dari luar, tentu persoalan hama PBK tidak perlu terjadi. Sekarang kita telah berhadapan dengan serangan PBK yang bersifat endemik, dan masalah ini tidak saja berpengaruh pada aspek produksi belaka tetapi lebih jauh telah mempengaruhi pola pikir petani dan aspek sosial lainnya. Pada kondisi seperti ini untuk dapat mencapai sasaran tahun 2010 pemerintah Kabupaten harus fokus menangani seluruh aspek yang yang saling terkait ini dengan melibatkan seluruh lini dalam pemerintahan, sehingga ada sinergitas dalam mencapai tujuan. Ada tiga hal yang menjadi masalah pokok kakao di Luwu Utara antara lain:

1. Masalah sosial, mencakup SDM Aparat Penyuluh dan Petani, tingkat kesadaran petani dalam mengelolah Usahanya, kemampuan Petani dalam berinvestasi pada Kebunnya..
2. Masalah Hama, Penyakit dan infrastuktur. Serangan Hama PBK secara signifikan mempengaruhi produksi dan mutu kakao, Hama ini telah bersifat endemik di Luwu Utara, karena itu pola pengendalian secara terpadu serta metode pengendalian menentukan apakah kita dapat menekan serangan kebawah batas ambang ekonomi. Di samping itu dibutuhkan adanya infrastruktur yang memadai yang mendukung kelangsungan usaha petani, (misalnya drainase dan jalan)
3. Masalah Pasar, sebelum Hama menyerang tanaman kakao di Luwu Utara, harga kakao memang sangat fluktuatif, ini lebih dominan di sebabkan oleh permainan para tengkulak. Peranan pemerintah Kabupaten dapat dimulai dengan membangun infrastuktur yang dapat mendukung kemudahan investasi, membuka peluang pasar yang lebih kompetitif.

HAMBATAN DAN HARAPAN

Tiga masalah pokok perkakaoan di luwu Utara diatas, jika dikaji ternyata meliputi aspek yang sangat luas dan tidak saja menjadi tanggungjawab Dinas Hutbun, tetapi mencakup beberapa Dinas terkait lainnya. Dinas PU misalnya seberapa jauh perencanaan pembangunan infrastruktur dapat di arahkan untuk memback up kebijakan ini, Dinas tenaga kerja misalnya harus mampu membangun mental petani dan mengarahkan agar usahanya dapat di kelola dengan tujuan profit, Dinas Sosial misalnya seberapa jauh kemampuan menangani persoalan kemiskinan pada tingkat petani sehingga mereka mandiri dan selanjutnya diharapkan dapat berinvestasi pada lahan usahanya, BKD, bagaimana melihat dan menangani persoalan SDM dan jumlah penyuluh pada bidang perkebunan yang memang sangat terbatas, dan masih banyak lagi unit kegiatan lainnya yang diharapkan dapat bersinergi pada upaya ini. Semua ini dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang dan komprehensif. Disamping SKPD pada pemerintahan Daerah dukungan dari DPRD sebagai lembaga sangat dibutuhkan mengingat visi misi ini selain capaiannya dapat mengakses dan menyentuh langsung kepentingan mayoritas penduduk luwu utara juga, dalam proses menuju sasaran dibutuhkan kalkulasi budget yang cukup signifikan.
Diterbitkan di: 02 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.