Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Barang Baru>Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi guru

Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi guru

oleh: Cakklett    
ª
 
akan tetapi kompetensi juga dipengaruhi oleh faktor latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar.
Untuk itu, penulis akan menguraikan faktor yang mempengaruhi kompetensi guru, sebagai berikut, agar lebih jelas.
a. Latar belakang pendidikan
Latar belakang pendidikan seorang guru dengan guru lainnya terkadang berbeda dengan pendidikan yang pernah dimasukinya selama jangka waktu tertentu perbedaan latar belakang pendidikan ini dilatar-belakangi oleh jenis dan penjenjangan dalam menempuh suatu dalam pendidikan.
Menurut UU No 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa jenjang pendidikan, jalur pendidikan sekolah terdiri atas Pendidikan Dasar, Menengah Atas dan Pendidikan Tinggi.
Untuk jenjang pendidikan yang berada di bawah wewenang Dikbud adalah dari SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi. Sedangkan jenjang pendidikan yang berada di bawah wewenang Depag adalah MI, MTs, MA dan Perguruan Tinggi Agama.
Perbedaan latar belakang pendidikan akan sangat mempengaruhi kegiatan guru dalam melaksanakan kegiatan interaksi belajar mengajar, missal guru alumnus FKIP atau fakultas Tarbiyah dengan guru alumnus FISIF akan berbeda cara mengajar mereka. Sebab guru alumnus FIKP atau fakultas Tarbiyah telah memiliki sejumlah pengalaman lama di bidang keguruan, sedangkan guru alumnus FISIF tidak pernah menerima pengalaman di bidang keguruan.
Melihat dari dua alumnus Perguruan Tinggi yang berbeda dalam menempuh pendidikannya, maka sangatlah nampak perbedaannya, maka faktor latar belakang pendidikan guru ini akan mempengaruhinya dalam melaksanakan proses belajar mengajar, dengan demikian prestasi belajarpun ikut terpengaruh juga.
b. Pengalaman mengajar
Pengalaman adalah guru yang terbaik, tidak mengarah dan sesuatu yang mengandung kekuatan. Pengalaman bagi seorang guru sangatlah berharga. Untuk itu guru sangat memerlukannya, sebab pengalaman mengajar tidak pernah ditemukan dan diterima semua dibangku se lembaga pendidikan formal. Pengalaman teoritis tidak selamanya menjamin keberhasilan seorang guru dalam mengajar bila tidak ditopang dan didasari dengan pengalaman. Mengajar bukan sekedar ilmu, teknologi dan seni belaka, tetapi mengajar sebagai suatu keterampilan. Mengajar adalah seni yang dirasakan oleh guru sebagai pribadi, yang tidak ada pengajarannya di sekolah.
Mengajar sebagai suatu keterampilan merupakan aktivitas dari ilmu pengetahuan teoritis ke dalam interaksi belajar mengajar. Keterampilan mengajar banyak macamnya dan hal itu yang perlu dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan interaksi belajar mengajar secara efektif dan efisien. Ilmu pengetahuan teoritis yang dikuasai oleh guru akan lebih baik bila dilengkapi dengan pengalaman mengajar. Perpaduan kedua pengalaman itu akan melahirkan figur guru yang profesional. Profil guru yang ideal adalah guru yang mengabdikan dirinya berdasarkan tuntutan hati nuraninya dan bekerja sama dengan anak didiknya dalam kebaikan.
Dengan adanya kedua faktor tersebut, maka seorang guru harus memilikinya demi tercapai prestasi belajar yang baik dan untuk memberi rangsangan pada anak didik, agar memacu prestasinya yang lebih tinggi lagi.
Diterbitkan di: 14 Maret, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.