Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Barang Baru>Ciri Wanita Subur dan Tidak Subur

Ciri Wanita Subur dan Tidak Subur

oleh: cewekbandung    
ª
 
1. Siklus menstruasi lancar
Salah satu ciri untuk mengetahui apakah seorang wanita subur atau tidak adalah dengan memeriksa tamu bulanan atau siklus menstruasi. Siklus menstruasi atau haid adalah pertanda terjadinya ovulasi dan hormon bekerja dengan normal. Banyak dokter yang menyarankan pasangan suami istri untuk melakukan hubungan seks selama proses ovulasi terjadi karena akan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Masalahnya adalah tidak semua wanita mengetahui kapan waktu ovulasinya terjadi
Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang telah matang dan siap dibuahi sel sperma. Ovulasi umumnya terjadi pada hari ke 16 dari sejak hari pertama siklus menstruasi atau hari ke-14 sebelum haid berikutnya terjadi.
Ciri-ciri bahwa seorang wanita sedang memasuki siklus ovulasi adalah munculnya nyeri pada payudara, kembung, sakit perut dan gairah seks yang meningkat. Suhu tubuh juga akan meningkat selama proses tersebut. Saat ini telah ada alat pendeteksi masa ovulasi yang dijual di apotik-apotik yang bisa digunakan untuk mengetahui masa ovulasi. Ovulasi adalah sebuah tanda yang sangat bagus yang menunjukkan bahwa seorang wanita subur.
2. Terlalu gemuk atau terlalu kurus mengurangi kesuburan
Wanita gemuk atau kurus tetap bisa hamil tapi pada umumnya berat badan yang tidak normal (terlalu gemuk atau terlalu kurus) dapat mengurangi tingkat kesuburan seorang wanita. Agar ovulasi dapat terjadi banyak hormon dalam tubuh yang harusnya bekerja dengan baik, pada kondisi tubuh yang terlalu gemuk atau terlalu kurus kinerja hormon tidak maksimal menyebabkan ovulasi tidak teratur. Bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrim, ovulasi dapat berhenti sama sekali.
Tubuh yang terlalu kurus menyebabkan sistem bekerja minimal untuk menghemat energi yang keluar. Salah satu sistem yang menjadi lemah adalah sistem reproduksi, dan jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang makan ada kemungkinan wanita mengalami mandul permanen.
Kelebihan lemak pada wanita gemuk dapat menyebabkan terjadinya perubahan level hormon dalam tubuh karena oestrogen tidak hanya diproduksi d dalam ovarium tapi juga dalam lemak tubuh. Hal yang sama dapat terjadi pada orang-orang yang over atau berlebihan olahraga, kekurangan lemak dalam tubuh dapat menyebabkan ketidaksuburan. Umumnya wanita yang memiliki kelebihan berat badan berpotensi menderita sindrom ovarium polikistik yang dapat menyebabkan kemandulan permanen.
Bahkan jika pembuahan berhasil terjadi, wanita yang terlalu gemuk atau terlalu kurus memiliki potensi keguguran (miscarriages) yang lebih besar dan kemungkinan menderita komplikasi selama masa kehamilan.
3. Alat kontrasepsi
Jika seorang wanita aktif mengikuti program KB dengan menggunakan alat kontrasepsi kemudian berhenti karena ingin hamil, maka tubuh membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk memulihkan kondisinya. Kondisi ini tergantung pada setiap individu, pada beberapa kasus proses recovery butuh waktu yang lebih lama.
Tubuh akan mengatur ulang siklus haid dan siklus ovulasi untuk meningkatkan kembali kesuburan. Meskipun siklus menstruasi telah kembali normal, proses ovulasi tidak otomatis menjadi lancar. Butuh waktu yang lebih lama agar fungsi ini menjadi normal kembali. Untungnya tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa sistem kontrasepsi dapat menyebabkan kemandulan.
4. Penyakit Menular Seksual (PMS) yang tidak terdeteksi
Beberapa Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti Klamidia dan Gonore menyebabkan penyakit radang panggul yang disebut Pelvic Inflammatory Disease (PID) dimana penyakit ini dapat menyebar ke organ reproduksi. Infeksi yang terjadi menyebabkan munculnya jaringan parut di daerah tuba fallopi, ovarium, dan organ lain yang dapat mencegah ovulasi terjadi dan memperkecil kemampuan untuk hamil.
Berhubungan seks dengan orang yang terjangkit PMS dan menularkan bakteri dapat menyebabkan PID dan menimbulkan masalah ketidaksuburan pada wanita.
5. Merokok
Wanita yang tidak merokok memiliki potensi yang lebih besar mendapatkan kehamilan dari pada wanita-wanita yang merokok. Sekitar 43% wanita perokok berat menunjukkan penurunan fungsi kesuburan dan memiliki potensi tiga kali lebih bisa menderita ketidaksuburan. Statistik ini akan meningkat jika suami juga merokok.
Bahan kimia dalam rokok akan merusak sel telur dan dapat menimbulkan ovulasi yang sporadis yang tidak hanya membuat wanita sulit hamil tapi juga meningkatkan kemungkinan potensi keguguran.
6. Stres dan kesuburan
Masalah stres adalah salah satu faktor terbesar yang membuat wanita sulit hamil. Masalahnya, stres adalah sebuah kondisi yang sulit dihindari apalagi bagi wanita yang hidup di kota besar yang sarat dengan kepentingan dan konflik dengan orang lain. Stres adalah fakta yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan.
Wanita yang hidup dengan stres akan menghasilkan banyak hormon seperti kortisol dan prolaktin yang secara aktif mengganggu dan bahkan menghentikan ovulasi. Stres menciptakan kondisi mental “hadapi atau tinggalkan” yang memicu diproduksinya hormon adrenalin dan hormon penting lainnya yang digunakan tubuh untuk survive.
Diterbitkan di: 31 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.