Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Barang Baru>Kedubes AS Jakarta : Pasca Gempa Bumi dan Tsunami Selatan Jawa

Kedubes AS Jakarta : Pasca Gempa Bumi dan Tsunami Selatan Jawa

oleh: supermaster     Pengarang : supermaster
ª
 

Kabel diplomatik AS dari kedubes AS ini merupakan catatan dari Bapak kedubes AS di Jakarta saat itu bernama B. Lynn Pascoe. Beliau menjabat sebagai dubes Indonesia dari 2004 hingga 2007.

Memo dari kabel diplomatik tersebut mengirimkan perincian mengenai kondisi Indonesia pasca gempa dan Tsunami di pantai Selatan laut jawa pada tanggal 17 Juli 2007. Di memo tersebut ia menuliskan jumlah korban tewas mencapai 493 jiwa, 954 jiwa terluka dan 362 jiwa hilang(Bakornas).Sekitar hampir 74,000 jiwa kehilangan tempat tinggal.Kerugian di perkirakan mencapai sekitar US$ 20 juta. Kabar baiknya, ketiga utusan dari kedubes AS untuk mendata warga Amerika di lapangan menyatakan korban tewas maupun terluka warga ‘bule’ AS nihil. Tim ini telah mengkoordinasikan dengan pemerintah Indonesia dan tim sukarelawan yang bertugas.

Seluruh media elektronik dan cetak Indonesia pada 20 Juli menyebutkan dana bantuan senilai US$ 50,000 telah di salurkan kepada palang merah. WHO menyebutkan bahwa setelah berkonsultasi dengan kementrian kesehatan Indonesia tidak ada yang perlu di khawatirkan. Menteri Puspitek, Kusmayanto Kadiman menyebutkan bahwa peringatan Tsunami telah di terima sebelumnya dari badan meteorologi Jepang dan Hawaii namun tidak cukup waktu memberikan peringatan kepada warga. Untuk kedepan, Kadiman menyebutkan perlunya menempatkan infrastruktur peringatan dini lebih banyak untuk memperingatkan warga dari ancaman bahaya Tsunami.


Team USAID kembali ke lapangan pada 21 Juli untuk membantu pencarian korban dan pembersihan puing-puing. Mengenai keterlambatan peringatan kepada warga lokal, pada tanggal 20 Juli menteri puspitek saat itu, Kusmayanto Kadiman telah menerima buletin dari pusat badan meteorologi Hawaii dan Jepang mengenai Tsunami pada tanggal 27 Juli. Saat itu, BKMG Indonesia hanya mengirimkan pesan singkat melalui telepon seluler kepada 400 pejabat resmi dan media massa mengenai gelombang raksasa tinggi sedang menuju daratan dalam waktu 20 menit. Jerman sempat menyumbangkan 10 peralatan peringatan dini kepada pemerintah Indonesia, namun hanya 2 yang berfungsi dan terpasang. Walau demikian peralatan itu rusak akibat di jarah oleh para nelayan yang melaut.


Kadiman sendiri menyebutkan perlunya memasang lebih banyak peralatan peringatan dini akan tsunami pada setiap jarak 10 km di perairan Indonesia terutama Sumatra Barat dan selatan Jawa.Akibat dari tsunami, para pejabat tampaknya saling menyalahkan satu sama lain mengenai malfungsinya peralatan peringatan dini tersebut. Para ahli dan pejabat tampaknya setuju untuk investasi penambahan peralatan dan pelatihan dalam mengoperasikan serta memperingatkan evakuasi warga ke daratan yang lebih tinggi. Bantuan hibah sepertinya di perlukan.

Diterbitkan di: 26 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.