Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Harga Cabe Terbaru / Terkini

oleh: RobinHoodini    
ª
 
Harga cabe di semua daerah di Indonesia dalam sepekan terakhir naik tajam. Harga cabe di tingkat petani bisa mencapai berkisar Rp 100 ribu per kilogram, padahal sebelumnya tidak lebih dari Rp 10 ribu per kilogram. Dan merambat naik tajam hingga menuju angka 100 ribu.

Naiknya harga atau tidak setabilnya harga cabe ini , menurut para petani cabe karena musim yang semakin tidak menentu, sehingga panen gagal pun tidak terelakkan. Juga mungkin saja para distributor yang nakal juga ikut bermain harga melihat kondisi terjadi saat ini.


Kenaikan harga cabe rawit di sejumlah pasar di Kota Bandung kian menggila bahkan pada Selasa menembus Rp100 ribu per kilogram di Pasar Kosambi.

Artinya, harga cabe naik sekitar Rp30.000 dibandingkan minggu lalu yang hanya Rp70.000 per kilogramnya.

Kenaikan itu berlaku bukan saja hanya untuk satu jenis cabe, tetapi harga cabe yang merambat tajam ini berlaku seluruh jenis cabe-cabean seperti cabe rawit, cabe merah dan cabe hijau. Kecuali cabe gendol yang kenaikan harganya tidak terlalu signifikan.

Para pedagang sendiri tidak ragu menaikan harga cabe karena tetap dibutuhkan dan diburu oleh konsumen terutama pedagang makanan. Mereka tidak memiliki pilihan lain karena cabe tidak ada barang substitusinya untuk bumbu masak.

Walaupun dengan harga cabe yang tinggi itu ,Rata-rata konsumen terutama pedagang makanan tetap membeli cabe merah 3 kg hingga 5 kilogram per harinya.

Tingginya harga cabe dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga dan para penjual makanan gorengan seperti Tahu sumedang, Tahu isi serta sejenisnya yang terpaksa harus mengurangi penggunaan cabe rawit.

Sementara itu salah seorang ibu rumah tangga mengaku ketika membeli cabe Rp1.000 hanya diberi enam biji cabe rawit. Padahal pada kondisi harga cabe normal pembelian cabe rawit Rp1.000 mendapatkan sebungkus cabe yang cukup untuk dua atau tiga hari.

Para pedagang mengungkapkan, pasokan cabe merah ke sejumlah pasar tradisional berkurang drastis, akibat gagal panen karena cuaca yang tidak menentu. Akibatnya, harga cabe merah pun meroket. Selain itu, kelangkaan cabe merah di pasaran juga dimanfaatkan para spekulan untuk menimbun komoditi tersebut.



e: sitti s: komentar -s:new comment
Diterbitkan di: 01 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.