Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sifat Anak Kedua

oleh: astuti     Pengarang : tree
ª
 
Sebuah penelitian menemukan posisi anak memainkan peran dalam keberhasilan dimasa depan. Dalam penelitian itu menunjukkan anak kedua lebih sukses dibandingkan anak pertama. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perdebatan antara saudara laki-laki dan perempuan benar-benar meningkatkan ketrampilan sosial, kosa kata, dan perkembanganya. Selain itu persaingan antara saudara juga dapat meningkatkan perkembangan mental dan emosional. Bukti menunjukkan pemahaman sosial anak-anak dapat dipercepat oleh interaksi mereka dengan saudara kandung dalam banyak kasus.

Saudara yang lebih agresif adalah mereka yang sering menbantah dan anak yang lebih tua mendapatkan anak yang lebih muda dibawahnya sehingga semakin membuat mereka belajar pelajaran yang kompleks tentang komunikasi dan seluk beluk bahasa jelas Hughes. Dalam penelitian ini sebanyak 40 anak berusia antara 2 hingga 6 tahun dianalisis perkembangan dari keluarga berpenghasilan rendah dan keluarga dengan orang tua remaja, Sekitar 43 persen dari anak-anak yang disurvei memiliki Ibu yang merupakan anak pertama sewaktu remaja, dan 25 persen berasal dari keluarga yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Berbagai macam tes telah dilakukan termasuk pengamatan video dari perilaku meeka dan kuesioner dengan orang tua, guru, dan anak-anak sendiri. Peneliti berpandangan bahwa jatuhnya anak-anak mengembangkan persaingan mereka membantu mereka membentuk hubungan sosial dikemudian hari, anak-anak bisa mengajar orang dewasa beberapa hal karena mereka sering menyelesaikan perselisihan dengan cepat agar dapat bermain kembali. Anak-anak memiliki performa yang terbaik dalam melaksanakan tugas yang dirancang peneliti berada pada usia enam tahun. Mereka berasal dari keluarga yang ibinya melakukan percakapan dengan menguraikan ide-ide, menyirat perbedaan dalam suatu pandangan atau menyesuaikan dengan kesenangan anak. Banyak perhatian telah memberikan dampak menguntungkan bagi anak-anak yang terlihat banyak percakapan dalam keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu fokus pada dasar dan kualitas percakapan itu juga.

Diterbitkan di: 15 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    adik pertama saya itu sangat egois, suka cari perhatian orang tua, suka pamer kemewahan/kekayaan, pemarah, selalu merasa paling benar, kenapa? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.