Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Barang Baru>F-22A Jatuh, Pilot Live Support Kembali di Pertanyakan

F-22A Jatuh, Pilot Live Support Kembali di Pertanyakan

oleh: supermaster     Pengarang : Ricky
ª
 
Saking takutnya pesawat terdeteksi oleh radar musuh, Dephan Amerika memangkas berbagai peralatan elektronik penting yang dapat menyelamatkan awak pilot pesawat. Salah satu di antaranya adalah peralatan pendeteksi anti tabrakan dengan objek yang merintangi. Lalu terlalu seringnya disorientasi oleh awak pilot akibat tarikan Gaya G(Gravity) pesawat terlalu besar dengan kecepatan tinggi. Untuk Hal ini bisa jadi kesiapan pilot yang kurang prima ataukah memang perlengkapan anti Gravity yang di siapkan tidak memadai.

Kemarin tanggal 16 November, Sebuah pesawat tempur F-22A yang sedang melakukan latihan rutin malam jatuh sekitar 100 mil dari Bandara udara militer Elmendorf-Richardson di Alaska. Awak Pilot yang tewas tidak di ketemukan. Pesawat hilang sekitar pukul 7:40 waktu setempat dan dalam perjalanan kembali menuju pangkalan. Setelah sekitar 1 jam 20 menit latihan, pesawat hilang dari radar menara pengawas bandara militer Elmendorf. Latihan terbang rutin ini di lakukan secara berpasangan dengan sebuah F-22 lainnya. Pilot pesawat jet tempur nahaas ini meninggalkan formasi dan mengatakan akan re-group. Kedua jet ini terpisah sekitar 2 mil dari antar posisi jet. Setelah kehilangan radar kontak, pilot F-22A yang masih terbang meminta pengisian bahan bakar di udara sebelum mencari temannya.

Tim penyelamat di terbangkan ke sekitar lokasi dan baru menemukan bangkai pesawat setelah 18 jam dari kejadian yakni pukul 10:15 pagi waktu setempat. Pihak otoritas bandara militer menurunkan beberapa unit helikopter penyelamat dan sebuah pesawat Hercules dalam pencariannya. Namun mereka tidak dapat mendekati bangkai pesawat tempur karena cuaca buruk melanda sekitar lokasi kejadian.

Pihak militer berharap jika pilot berhasil menyelamatkan diri setelah melontar dari bangkunya, di harapkan ia mampu bertahan hidup dengan perlengkapan yang di bekali untuknya dalam cuaca dingin yang super ekstrem tersebut. Saat itu suhu cuaca di Alaska mendekati 0 derajat celcius. Pencarian akan terus berlanjut hingga kamis.
F-22A yang di elu-elukan sebagai pesawat tempur siluman generasi masa depan ini mengalami 3 kali kecelakaan dengan 2 kali kehilangan awaknya. Pesawat tempur yang mampu menembus 1 ½ kali kecepatan suara ini tanpa pembakaran ulang(Afterburner). Sampai sekarang pihak militer AS menolak untuk mempublikasikan kecepatan maksimum pesawat ini.

Dari sejak di serahkan oleh Lockheed Martin kepada AU AS,
terjadi 3 kecelakaan pada waktu dan tempat yang berbeda. 2 kecelakaan fatal sebelumnya menewaskan kedua awak pilotnya. Seorang pilot penguji perusahaan Lockheed Martin, David Colley di kabarkan tewas saat melakukan uji coba terbang. David tewas akibat kehilangan kesadaran setelah melakukan maneuver + 9G. Pesawat dalam keadaan menukik dengan kecepatan Mach 1,6 melewati ketinggian 14,000 kaki saat ia sadar. Ia melontarkan diri dari kokpit pesawat pada kecepatan Mach 1,4 dan mendarat dalam keadaan seluruh tulang remuk.

Kejadian lain adalah pada saat lepas landas dari pangkalan militer Nellis, Nevada. Sebuah pesawat F-22 jatuh, namun pilot selamat dengan luka ringan setelah berhasil melontarkan diri dari kokpit pesawat pada saat-saat terakhir. Pesawat di sinyalir mengalami kerusakan pada sistem pengendalian manajemen penerbangan.

Amerika sampai sejauh ini memesan 188 unit F-22A dari Lockheed Martin dan telah kehilangan 3 unit saat pelatihan. AU AS masih akan menerima 20 unit lagi dari Lockheed Martin pada akhir Maret tahun 2012. Untuk mencegah kejadian serupa tidak terjadi, rencananya dephan AS akan menambahkan sebuah alat anti tabrakan dengan objek di darat atau sering di sebut dengan Auto Ground Collision Avoidance System pada F-22, F-35 dan F-16 yang di cangkokan ke dalam sistem penerbangan lewat kabel.

Diterbitkan di: 18 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.