Sungguh sedih, keinginan untuk membeberkan rahasia dari kejadian-kejadian sesungguhnya di lapangan malah di nista karena di anggap memberbahayakan sekelompok organisasi yang berkepentingan.
Lalu seperti apa organisasi itu? Organisasi ini mempunyai kepentingan kuat di dalam daerah konflik Irak yakni pasukan Amerika Serikat dan sekutunya. Adalah wikileaks, sebuah situs yang membuat heboh dengan membocorkan dokumen-dokumen rahasia peperangan di daerah konflik Afganistan sejak pasukan AS menyerbu negara itu dengan alasan mencari orang nomer 1 yang telah memporak-porandakan adidaya AS, hancurnya menara kembar WTC.
Pendiri situs Wikileaks, Julian Assange yang berbasis di Swedia ini di acungi jempol karena ke vokalannya di situs web miliknya. Sumber-sumber beritanya pun tidak tanggung-tanggung karena berasal dari orang dalam instansi yang terkait.
Beberapa waktu lalu, seorang tentara AS yang bertugas di Irak di tahan karena di duga membocorkan ratusan dokumen operasional dan strategi pasukan Amerika Serikat dan koalisinya kepada wikileaks. Salah satu yang menghebohkan adalah rekaman video dari helikopter tempur Apache yang sedang menembaki warga sipil pada ketinggian(di sinyalir sengaja). Namun masalah menjadi lebih pelik lagi karena yang tertembak adalah wartawan dan kameraman Associated Press.
Tetapi bukan hanya dokumen-dokumen tertentu melainkan keseluruhan operasi. Akibatnya, operasional para pasukan dan informan-informan yang berada di lapangan menjadi terancam. Para terroris juga semakin pintar karena mempelajari dokumen terbuka dan bisa di akses oleh siapapun.
Permintaan AS terutama dari dephan dan CIA kepada pemilik situs ini untuk menghentikan publikasi dokumen rahasia sisanya, namun di tolak dengan tegas. Wikileaks adalah lembaga non pemerintah yang bebas dari segala macam tekanan terutama dari pemerintah. Bahkan, Assange pernah di tawari sejumlah uang oleh pihak AS untuk menghentikan publikasi. Tidak pasti, lembaga badan intelijen secara rahasia untuk melakukan tekanan lunak kepada pendirinya. Ketika cara tersebut gagal, 2 wanita (pelacur) di sewa untuk menuntut Assange karena memperkosa mereka ke pengadilan Swedia. Pengadilan itu berakhir dengan batal karena bukti yang di ajukan tidak cukup kuat dan terkesan mengada-ngada. Selanjutnya sudah di pastikan kedua penuntut yang gagal itu menghilang.
Publikasi tahap kedua dokumen itu sepertinya tetap akan di laksanakan. Penyelidikan menuju kepada pendonor website. Moneybookers.com salah satu website yang berfungsi untuk melakukan transaksi online membatalkan akun Wikileaks.com. Penyelidikan menuju kepada kemungkinan kasus 'money laundry'. Ada kemungkinan aliran dana gelap dari para teroris ataupun praktik-praktik semacamnya.
Jika terbukti, maka selain situs web di tutup, pengelola dan orang-orang yang terlibat di dalamnya bisa di tahan dan di penjara jika terbukti bersalah.
Baru kemarin, Wikileaks kembali menggelontorkan sekitar 400,000 dokumen lagi ke website memperlihatkan perilaku para petinggi militer dan juga tentara Amerika Serikat maupun Inggris selama menjaga perdamaian di Irak. Penyiksaan warga sipil dan penembakan secara tidak sengaja di tutup-tutupi oleh para pejabat. Inggris pun merasa kebakaran jenggot karena kelakuan tentara mereka juga tidak luput dari pemberitaan dokumen tersebut. Semuanya dapat di lihat di situsnya www.wikileaks.org.