Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Barang Baru>Boediono Minta Masyarakat Tenang Hadapi Rencana Redenominasi

Boediono Minta Masyarakat Tenang Hadapi Rencana Redenominasi

oleh: SYAMRILAODE     Pengarang : La Ode Syamri
ª
 
Rencana Bank Indonesia (BI) untuk melakukan redenominasi mata uang rupiah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Wakil Presiden Boediono memina masyarakat tenang menghadapi rencana tersebut.
Jadi sekarang ini masalahnya adalah menjaga ketenangan dan kestabilan suasana, tidak usah terpengaruh oleh hasil studi (redenominasi). Nanti pada waktunya akan kita bahas bersama-sama, kata Boediono dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (3/8).
Bank Indonesia memandang bahwa keberhasilan redenominasi sangat ditentukan oleh beberapa negara yang berhasil melakukannya. Redenominasi tersebut biasanya dilakukan di saat ekspektasi inflasi berada di kisaran rendah dan pergerakannya stabil, stabilitas perekonomian terjaga dan ada jaminan terhadap stabilitas harga serta adanya kebutuhan dan kesiapan masyarakat.
Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp. 100.000,-. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua Rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupuah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru.
Misalnya, lanjut Darmin, di toko-toko yang menjual sebuah barang akan tercatat 2label harga. Yakni degnan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit., lanjut Darmin, kalau harga barangnya Rp 10.000,- maka akan dibuat label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiah baru.
Diterbitkan di: 06 Agustus, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.