Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Meteor Jatuh Di Indonesia

oleh: Gilanks     Pengarang : Gilanks
ª
 
INILAH.COM, Jakarta - LAPAN menyatakan benda jatuh di Duren Sawit, Jakarta, kemungkinan besar adalah meteor. Hal ini didasarkan tidak ada bau gas serta keterangan saksi mata. Kepala Pusat Sains Atmosfir dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin mengungkapkan, berdasarkan bukti yang ada kemungkinan besar benda yang jatuh di kawasan Duren Sawit, Jakarta adalah meteor. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Saya rasa kita harus menyikapi dengan baik. Kejatuhan meteor ini adalah hal yang biasa. Benda dari luar angkasa memiliki kemungkinan besar untuk jatuh. Ini kebetulan saja jatuh di rumah penduduk,” papar Thomas, saat dihubungi INILAH. COM di Jakarta, Jumat (30 /4). Thomas yang sedang menuju lokasi ledakan itu memaparkan, beberapa ahli sudah berada di tempat kejadian dan mengumpulkan bukti-bukti. Thomas menduga kemungkinan besar meteor yang jatuh di Duren Sawit adalah jenis meteor sporadis dimana merupakan jenis meteor yang jatuh ke bumi dari batuan yang melintas di luar angkasa. “Kemungkinan ini jenis meteor kecil setidaknya sebesar kelapa. Ini merupakan benda meteor yang rapuh yang memang sering jatuh. Memang jarang sekali jatuh di pemukiman.” Jatuhnya meteor ini memang merupakan kejadian alamiah yang diperkirakan bisa terjadi sekali dalam sebulan. Namun, tempat kejadian biasanya berada di lautan atau di alam terbuka. “Sebenarnya jatuh meteor ini sering sekali namun kemungkinan jatuhnya di lautan atau lapangan luas karena komposisi lautan serta wilayah terbuka lebih besar dibandingkan pemukiman penduduk,” papar Thomas soal mengapa terjadinya kejatuhan meteor ini di lingkungan penduduk. Thomas menjelaskan bahwa kejatuhan benda langit ke bumi merupakan peristiwa rutin. Setiap tahunnya sekitar 25 ribu ton debu dan bebatuan antariksa jatuh ke bumi. Lebih lanjut, kejadian jatuhnya meteor ini dinyatakan tidak memiliki hubungan dengan hujan meteor lyrids beberapa hari yang lalu. “ Hujan meteor lyrids kan bentuknya kecil sekali dan lebih mirip debu, kalau ini sedikit lebih besar,” jelas Thomas. Laporan jatuhnya meteor di pemukiman penduduk bukan yang pertama di Duren Sawit, Jakarta ini. Sebelumnya, awal 2000 pernah terjadi di Jawa Tengah, di 2003 di Pontianak, serta yang terbaru di 2007 di Bali. [mdr]
Diterbitkan di: 30 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.