Rembang tetangga sebelah timur Pati. Bagi Semen Gresik membangun
pabrik semen di wilayah utara Jateng sepertinya ''harga mati''. Sebab,
kalau cita-cita ideal itu terwujud, BUMN persemenan yang mulai
beroperasi pada 7 Agustus 1957 ini mampu mengokohkan posisinya sebagai market leader bisnis semen di Indonesia secara paripurna.
Di pulau-pulau lain di Indonesia, market share Semen Gresik
Group leading vis a vis pabrikan semen lainnya. Semen Gresik Group
menguasai lebih 40% pasar semen nasional. Pada 2012 ini, dipastikan market share
Semen Gresik Group secara nasional bakal melonjak seiring mulai
beroperasinya pabrik Tuban IV dan pabrik Tonasa V milik Semen Tonasa di
Sulawesi Selatan dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. "Tahun
ini, kami perkirakan tingkat produksi bisa mencapai 23 juta ton sampai
25 juta ton," tambah Dwi Soetjipto.
Di mata Semen Gresik, posisi Jateng selain "tak bertuan" sekaligus
menjadi wilayah pertempuran keras antarpabrikan semen di Indonesia.
Untuk bisa memenangkan pertempuran tak ada jalan lain yang bisa ditempuh
Semen Gresik selain masuk dan mendirikan pabrik semen di sana.
Memang, Jatim dan Jateng merupakan wilayah pasar utama bagi Semen Gresik. Karena itu, Semen Gresik benar-benar fight dan menilai strategis kompetisi antarpabrikan semen di wilayah ini. Pada 2011 lalu, Semen Gresik memiliki market share di Jateng dan DI Yogyakarta sebesar 33%. Sisanya diambil tiga pabrikan lainnya: Indocement, Holcim, dan Bosowa. Market leader bisnis semen di Jateng dan DI Yogyakarta pada 2011 dipegang Indocement Tunggal Prakarsa dengan market share sebesar 42%.
Tingkat permintaan semen selama empat bulan pertama 2012 secara
nasional sangat tinggi. Pertumbuhan permintaan mencapai 16,6%. Sementara
tingkat pertumbuhan permintaan semen di Pulau Jawa pada empat bulan
pertama 2012 mencapai 15%. Di Jateng, tingkat pertumbuhan permintaan
semen mencapai 16,3% pada empat bulan pertama tahun ini atau sebesar 1,7
juta ton dibanding periode sama tahun 2011 sebesar 1,4 juta ton.
Selain perspektif pemasaran dan bisnis, wilayah Jateng utara memiliki
nilai tambah sangat potensial untuk pembangunan pabrik semen selain
karena deposit bahan baku yang cukup besar sehingga bisa dieksploitasi
dalam tempo lama. Secara geografis, wilayah seperti Pati, Rembang, dan
lainnya berada di garis pantai utara Pulau Jawa, sehingga memudahkan
pabrikan semen membangun infrastruktur pelabuhan guna mendukung proses
pembangunan dan operasional pabrik semen.
Rencana pabrik semen milik Semen Gresik di Rembang itu menelan
investasi Rp 3,5 triliun sampai Rp 4 triliun. Tapak pabrik direncanakan
berada di Desa Pasucen, Kecamatan Gunem, Rembang. Pabrik semen ini
membutuhkan lahan seluas 900 hektare di Kecamatan Gunem dan Bulu. Lahan
seluas itu dibutuhkan untuk pengadaan bahan baku batu kapur mencapai 520
hektare, tanah liat 240 hektare, lokasi pabrik 105 hektare, jalan
tambang 15 hektare, dan jalan produksi 20 hektare. Lahan untuk pabrik
dan pengadaan bahan baku akan difokuskan di Desa Pasucen, Tegaldowo,
Kajar, Timbrangan, dan Suntri Kecamatan Gunem.