Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Lingkungan>Siapkan Investasi Rp 4 Triliun di Rembang

Siapkan Investasi Rp 4 Triliun di Rembang

oleh: ramanoor    
ª
 

Rembang tetangga sebelah timur Pati. Bagi Semen Gresik membangun pabrik semen di wilayah utara Jateng sepertinya ''harga mati''. Sebab, kalau cita-cita ideal itu terwujud, BUMN persemenan yang mulai beroperasi pada 7 Agustus 1957 ini mampu mengokohkan posisinya sebagai market leader bisnis semen di Indonesia secara paripurna.

Di pulau-pulau lain di Indonesia, market share Semen Gresik Group leading vis a vis pabrikan semen lainnya. Semen Gresik Group menguasai lebih 40% pasar semen nasional. Pada 2012 ini, dipastikan market share Semen Gresik Group secara nasional bakal melonjak seiring mulai beroperasinya pabrik Tuban IV dan pabrik Tonasa V milik Semen Tonasa di Sulawesi Selatan dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. "Tahun ini, kami perkirakan tingkat produksi bisa mencapai 23 juta ton sampai 25 juta ton," tambah Dwi Soetjipto.

Di mata Semen Gresik, posisi Jateng selain "tak bertuan" sekaligus menjadi wilayah pertempuran keras antarpabrikan semen di Indonesia. Untuk bisa memenangkan pertempuran tak ada jalan lain yang bisa ditempuh Semen Gresik selain masuk dan mendirikan pabrik semen di sana.

Memang, Jatim dan Jateng merupakan wilayah pasar utama bagi Semen Gresik. Karena itu, Semen Gresik benar-benar fight dan menilai strategis kompetisi antarpabrikan semen di wilayah ini. Pada 2011 lalu, Semen Gresik memiliki market share di Jateng dan DI Yogyakarta sebesar 33%. Sisanya diambil tiga pabrikan lainnya: Indocement, Holcim, dan Bosowa. Market leader bisnis semen di Jateng dan DI Yogyakarta pada 2011 dipegang Indocement Tunggal Prakarsa dengan market share sebesar 42%.

Tingkat permintaan semen selama empat bulan pertama 2012 secara nasional sangat tinggi. Pertumbuhan permintaan mencapai 16,6%. Sementara tingkat pertumbuhan permintaan semen di Pulau Jawa pada empat bulan pertama 2012 mencapai 15%. Di Jateng, tingkat pertumbuhan permintaan semen mencapai 16,3% pada empat bulan pertama tahun ini atau sebesar 1,7 juta ton dibanding periode sama tahun 2011 sebesar 1,4 juta ton.

Selain perspektif pemasaran dan bisnis, wilayah Jateng utara memiliki nilai tambah sangat potensial untuk pembangunan pabrik semen selain karena deposit bahan baku yang cukup besar sehingga bisa dieksploitasi dalam tempo lama. Secara geografis, wilayah seperti Pati, Rembang, dan lainnya berada di garis pantai utara Pulau Jawa, sehingga memudahkan pabrikan semen membangun infrastruktur pelabuhan guna mendukung proses pembangunan dan operasional pabrik semen.

Rencana pabrik semen milik Semen Gresik di Rembang itu menelan investasi Rp 3,5 triliun sampai Rp 4 triliun. Tapak pabrik direncanakan berada di Desa Pasucen, Kecamatan Gunem, Rembang. Pabrik semen ini membutuhkan lahan seluas 900 hektare di Kecamatan Gunem dan Bulu. Lahan seluas itu dibutuhkan untuk pengadaan bahan baku batu kapur mencapai 520 hektare, tanah liat 240 hektare, lokasi pabrik 105 hektare, jalan tambang 15 hektare, dan jalan produksi 20 hektare. Lahan untuk pabrik dan pengadaan bahan baku akan difokuskan di Desa Pasucen, Tegaldowo, Kajar, Timbrangan, dan Suntri Kecamatan Gunem.

Diterbitkan di: 07 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.