Sengatan laba-laba raksasa menebarkan kepanikan di wilayah terpencil
di Tinsukia, India Timur Laut. Persoalannya, sengatan laba-laba ini
sedikitnya sudah menyebabkan dua korban tewas. Namun kalangan otoritas
medis setempat khawatir kematian tadi bukan karena racun dari laba-laba
tadi, melainkan karena cara pengobatan yang lebih berbahaya dibanding
racun dari laba-laba tadi.
Kantor berita AP, Selasa (5/6/2012)
melaporkan, dua warga di Distrik Tinsukia meninggal dunia menyusul
sengatan oleh sejumlah laba-laba raksasa di sana. Hanya saja, dua korban
tewas ini setelah perawatan pascasengatan laba-laba menggunakan silet
guna memotong luka bekas sengatan. Kalangan medis menilai, perawatan
sengatan ini dengan silet yang tidak disteril bisa menjadi penyebab
kematian tadi.
Laba-laba berbulu selama sebulan ini melanda
distrik Tinsukia, kawasan dataran dan hutan di utara Sungai Brahmaputra,
India Timur Laut. Laba-laba ini menyerang penduduk setempat yang
menyebabkan banyak dari mereka perlu dirawat. Serangan laba-laba
menimbulkan kepanikan di sana, setelah sekian penduduk yang disengat
laba-laba tadi jatuh sakit.
Namun sejauh ini, kematian dua
penduduk setelah disengat laba-laba tadi masih kontroversial apakah
karena racun atau karena cara perawatan menggunakan silet atau pisau
untuk mengeluarkan darah beracun laba-laba. Pejabat lokal, Kishore
Thakuria menyebutkan, sejauh ini sulit membuktikan apakah kematian dua
penduduk ini karena racun atau infeksi silet yang dipakai memotong luka
bekas sengatan.
Menurut Thakuria, para korban tewas tadi sejauh
ini langsung diotopsi begitu meninggal dunia. Padahal bisa dioptosi
apakah penyebab kematian karena racun atau terinfeksi silet yang tidak
steril. Karena sejauh ini, tujuh korban sengatan laba-laba tadi tetap
hidup karena diberikan antibiotik begitu mendapat perawatan menggunakan
silet untuk mengeluarkan racun laba-laba tadi.
Dokter Anil
Phapowali dari rumah sakit lokal di Sadiya menegaskan, mereka ini tetap
selamat hidup karena diberikan antibiotik yang mengatasi infeksi akibat
pisau atau silet yang memotong luka sengatan laba-laba tadi. Sengatan
laba-laba menimbulkan kepanikan, karena diduga menebarkan racun yang
mematikan di Tinsukia, sekalipun diduga cara perawatan dengan silet yang
tidak steril menjadi penyebab kematian tadi.