Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Lingkungan>Anasir dan Analisis Bentang Lahan Wilayah

Anasir dan Analisis Bentang Lahan Wilayah

oleh: AdityaArea    
ª
 
A. Anasir dan Faktor Bentang Lahan
Faktor-faktor penentu terbentuknya bentang lahan adalah : faktor geomorfik (G), faktor litologik (L), faktor edafik (E), faktor klimatik (K), faktor hidrologik (H), faktor oseanik (O), faktor biotik (B), faktor antropogenik (A). Berdasarkan faktor-faktor pembentukan lahan dapat dirumuskan sebagai berikut :
Ls = f (G,L,E,K,H,O,B,A).
Lanskap merupakan kombinasi atau gabungan dari bentuk lahan. Unit analisis yang lebih rinci diperlukan dalam mengadakan analisis bentang lahan. Dengan mengacu pada definisi bentang lahan dapat dimengerti, bahwa unit analisis yang sesuai adalah unit bentuk lahan. Oleh karena itu untuk menganalisis dan mengklarifikasi bentang lahan selalu mendasarkan pada kerangka kerja bentuk lahan. Bnetuk lahan bagian dari permukaan bumi yang memiliki bentuk topografi khas, akibat pengaruh kuat dari proses alam dan struktur geologis pada material batuan dalam ruang dan waktu kronologis tertentu. Faktor pembentuk lahan dirumuskan sebagai berikut :
B = f (T,P,S,M,K)
B = Bentuk lahan, T = Topografi, P = Proses alam, S = Strukrtur geologis, M = Material batuan, K = Ruang dan waktu
B. Analisis dan Klarifikasi Bentang Lahan
Analisis bentang lahan lebih sesuai apabila menggunakan unit betuk lahan, maka klarifikasi bentang lahan didasarkan pada unit-unit bentuk lahan yang menyusunnya. Menurut Verstappen (1983) klarifikasi bentuk lahan didasarkan pada genesisnya menjadi sepuluh kelas utama. Kesepuluh kelas bentuk lahan utama ini yaitu :
1. Bentuk lahan asal struktural
2. Bentuk lahan asal vulkanik
3. Bentuk lahan asal denudasional
4. Bentuk lahan asal fluvial
5. Bentuk lahan asal marine
6. Bentuk lahan asal glasial
7. Bentuk lahan asal aeolian
8. Bentuk lahan asal solusional
9. Bentuk lahan asal organik
10. Bentuk lahan asal antropogenik
Menurut Pannekoek (1949) fisiografi Pulau Jawa terbagi menjadi 3 zone, yaitu zone utara, tengah, dan selatan.
Diterbitkan di: 13 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    faktor pembentuk lahan marine Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ringkasan tentang bentuk lahan asal glasial ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Bentuk lahan yang terjadi akibat pengikisan massa es yang bergerak menuruni lereng. Hal ini dapat terjadi di pegunungan tinggi yang tertutup salju, misalnya di Pegunungan Himalaya, Pegunungan Alpen, dan Pegunungan Rocky. Ciri khas bentuk lahan glasial adalah adanya alur-alur lembah yang arahnya relatif sejajar. Jika berlangsung lama dapat membuat lembah-lembah yang dalam dengan bentuk seperti huruf U. 16 Juni 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.