Dalam dunia masa kini ada beberapa orang yang menolak fenomena globalisasi. Dunia ini menjadi lebih dan lebih global dalam arti bahwa orang-orang dari berbagai budaya mulai berkomunikasi lebih bebas. Selain itu ada sarana untuk mengkomunikasikan pikiran dan ide-ide lintas budaya seperti televisi, internet dan sebagainya. Meskipun
begitu umum untuk percaya bahwa pengetahuan, pengalaman, ilmu
pengetahuan mampu melampaui semua perbedaan budaya, banyak orang
mengurangi pentingnya hambatan dan seringkali mengabaikan keberadaan
mereka.
Semua budaya memiliki satu set kepercayaan yang merupakan kode dari nilai-nilai dan hukum moral bagi bahwa budaya tertentu. Di
Asia misalnya orang yang terkena fenomena sosial tertentu dan keyakinan
tertentu akibatnya mengadopsi yang sekarang menentukan perilaku mereka
sebagai budaya yang terpisah. Di negara lain orang berbagi kepercayaan dan nilai-nilai yang berbeda karena berbagai faktor. Agama adalah salah satu faktor paling penting yang membentuk masyarakat dalam hal keyakinan budaya dan tradisi. Komponen
penting lainnya adalah sejarah yang dapat memberitahu kita tentang
peristiwa masa lalu yang mungkin memiliki pengaruh dalam perkembangan
lebih lanjut dari orang di negara tertentu.
Perbedaan budaya menyajikan sebuah fenomena sosial yang sangat menarik untuk mempelajari dan memahami. Ada budaya yang memiliki nilai-nilai dan tradisi yang sangat mirip dan ada budaya yang memiliki keyakinan yang sangat berbeda. Dalam
batas-batas tulisan ini, saya akan memfokuskan perhatian pada perbedaan
antara budaya Cina dan Amerika yang menurut saya menyajikan contoh yang
sangat baik untuk penelitian ini. Ada
perbedaan segudang dalam semua aspek kegiatan sosial dan mungkin ada
lebih banyak perbedaan daripada persamaan dalam dua budaya.
Untuk mempelajari budaya tertentu hampir untuk mempelajari masyarakat dan perilaku mereka dari perspektif sosiologis. Hal ini sangat penting untuk membangun sebuah definisi kerja budaya. Budaya adalah seperangkat norma-norma sosial, tradisi, kepercayaan dan nilai-nilai bersama oleh sekelompok besar orang. Individu yang merupakan anggota grup yang dapat dianggap budaya. Dengan cara yang sama, mereka bisa disebut masyarakat karena pada titik ini tidak ada banyak perbedaan antara dua konsep. Masyarakat
adalah harfiah sekelompok orang yang berbagi bahwa set tertentu dari
keyakinan, nilai dan sebagainya, sedangkan budaya kata memiliki konotasi
yang sedikit berbeda. Sebuah
budaya tertentu mungkin juga menjadi saham oleh lebih dari satu bangsa
sedangkan masyarakat kata biasanya diterapkan pada bangsa yang mendiami
suatu negara tertentu. Ada sedikit perbedaan antara kedua istilah ini tetapi sosiolog dan antropolog yang paling menggunakannya secara bergantian.
Dengan kata lain, budaya adalah seperangkat kepercayaan atau ideologi tertentu bahwa sebuah saham masyarakat. Hal
ini sangat menarik untuk memahami bagaimana orang mengembangkan budaya
karena tampaknya menjadi fenomena murni sosial yang dikembangkan oleh
sekelompok orang dan kemudian menyebar antara individu-individu lain
yang entah bagaimana berhubungan dengan kelompok tertentu.
Sebagai contoh, negara-negara komunis memiliki budaya yang sangat berbeda. Mereka jelas menggambarkan bagaimana sekelompok orang dapat mempengaruhi budaya. Cina tidak selalu sebuah negara komunis. Jauh sebelum komunis berkuasa penduduk negara berbagi ideologi yang berbeda. Pemerintah
komunis langsung dipengaruhi budaya negara dengan cara propaganda,
sistem pendidikan, dll televisi Selanjutnya, generasi berikutnya akan
menyerap budaya dimodifikasi oleh komunisme sedangkan generasi
sebelumnya tidak begitu akan menerimanya. Namun,
meskipun komunis mengubah pandangan masyarakat dan keyakinan mereka
tidak bisa sepenuhnya memberantas sebagian besar tradisi bersama oleh
masyarakat (Henry Rosemont, 1981).
Ada sejumlah perbedaan banyak antara manusia dan hewan. Meskipun
manusia serta hewan adalah makhluk yang sangat kompleks yang sangat
rumit proses biologi dan kimia terjadi dalam tubuh mereka, manusia
adalah makhluk yang lebih kompleks karena ada banyak interaksi sosial
yang menyiratkan hubungan, proses mental, perilaku manusia, dll Ilmu sosial. adalah bidang terkait beberapa yang pada dasarnya mempelajari interaksi antara manusia. Bidang
ini sangat luas karena kegiatan sosial yang melibatkan manusia dalam
begitu banyak yang akan sulit untuk menjelaskan semua fenomena yang
tidak dapat dijelaskan oleh ilmu alam dalam satu disiplin.
Ilmu-ilmu sosial termasuk antropologi, sosiologi, ilmu politik, ekonomi, hukum, psikologi, kriminologi dan psikologi sosial. Semua
ilmu-ilmu ini sangat penting karena mereka membuat upaya untuk
menjelaskan mengapa orang bertindak mereka cara mereka lakukan, mengapa
mereka berinteraksi dengan orang lain, dan mengapa mereka membentuk
masyarakat global. Sebenarnya disiplin ilmu ini mencakup isu-isu lebih banyak sosial yang langsung berhubungan dengan perilaku orang. Perbedaan
antara ilmu-ilmu sosial dan ilmu alam terletak pada kenyataan bahwa
ilmu-ilmu alam seperti fisika, matematika, biologi dan penelitian kimia
proses dan benda-benda yang dapat secara fisik tindakan dalam hal berat,
kecepatan, atau pengukuran lainnya. Ilmu
sosial berhubungan dengan proses sosial lebih halus dan fenomena yang
tidak dapat diukur dengan tepat tetapi hanya dapat ditimbang dan
berteori tentang (Encyclopedia Britannica).