Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Budaya>Dewey-Kucing Perpustakaan Kota Kecil

Dewey-Kucing Perpustakaan Kota Kecil

oleh: SriMurni     Pengarang : Vicky Myron dan Brett Witter
ª
 

Orang Amerika suka sekali memelihara hewan kesayangan. Sebagian besar penduduk Amerika memilih anjing sebagai hewan kesayangannya. Sebagian ada juga yang memelihara kucing, tikus, burung, bahkan ada juga yang memelihara babi. Pada umumnya mereka memperlakukan hewan dengan sangat istimewa. Mereka memberinya nama, memberinya baju, mengajaknya ke salon, bahkan bagi kalangan jetset Amerika hewan-hewan peliharaan tersebut sampai dipakaikan kalung berlian yang harganya sangat mahal.


Buku “Dewey-Kucing Perpustakaan Kota Kecil Yang Bikin Dunia Jatuh Hati” ini adalah bukti nyata tergila-gilanya orang Amerika kepada seekor hewan peliharaan. Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata yang dialami oleh seorang direktur perpustakaan umum di kota Spencer, Iowa, Vicky Myron. Buku berbahasa asli Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Serambi Ilmu Semesta ini merupakan buku yang mendapatkan predikat The International Best Seller.


Dewey yang kemudian diberi nama Dewey Readmore Books ditemukan oleh Vicky di kotak pengembalian buku perpustakaan di suatu pagi musim dingin yang beku. Waktu itu Dewey hampir mati karena kedinginan dan kelaparan. Dengan penuh kasih sayang Vicky memandikannya dan memberinya makanan.Dan kemudian Vicky mengijinkannya tinggal di perpustakaan itu meskipun anggota dewan perpustakaan dan sebagian pengunjung yang tak punya rasa empati menolak Dewey. Tetapi akhirnya kemanisan Dewey mengubah semua pendapat yang tak berempati dan menjadikan Dewey disayangi oleh semua orang.


Sebenarnya tergila-gilanya pengunjung perpustakaan umum Spencer ini bukan semata-mata karena Dewey adalah seekor kucing. Bukan! Tetapi Dewey adalah seekor kucing yang sangat manis, baik wajahnya maupun perilakunya sehari-hari. Dewey seakan-akan mengetahui jika ada pengunjung yang sedang galau. Dewey selalu mencari pengunjung yang sedang sedih dan berusaha duduk di pangkuannya untuk menghiburnya. 55


Dewey sangat menyayangi Vicky, semua pegawai dan pengunjung perpustakaan. Suatu kali ada seorang anak autis yang takut kepada kucing dan semua hal yang ada di perpustakaan. Dia diantar oleh ibunya mengunjungi perpustakaan dengan menaiki sebuah kursi roda dan dia melihat keadaan di sekelilingnya dengan penuh ketakutan. Dewey mendekatinya dan mula-mula anak itu menjerit-jerit. Tetapi Dewey terus mendekatinya dan berusaha agar anak itu dapat menyukainya. Dewey berhasil. Seterusnya Dewey telah membuat anak itu lebih terbuka dan tidak takut lagi dengan keadaan sekelilingnya. Dewey selalu menyempatkan diri melompat di pangkuan anak itu beberapa waktu ketika dilihatnya anak itu datang bersama ibunya. Dan jika anak itu tidak melihat Dewey, terpancarlah kesedihan di wajah anak itu sampai Dewey datang dan menghiburnya.


Dewey juga peduli dengan perpustakaan yang ditinggalinya. Suatu malam di mana dia selalu sendirian di dalam perpustakaan, Dewey melihat seekor kelelawar. Dia mencoba mengusir kelelawar itu dengan membuang kotoran di tempat-tempat yang disinggahi oleh si kelelawar. Dengan begitu, Dewey ingin menegaskan bahwa dirinyalah yang berkuasa di tempat itu, bukan kelelawar yang tidak diundang tersebut. Para pegawai perpustakaan tentu saja merasa terganggu dengan ulah Dewey itu. Padahal biasanya Dewey selalu membuang kotoran di tempat yang telah disediakan untuknya. Mereka mengira bahwa Dewey sedang bermasalah. Tetapi ketika para pegawai perpustakaan menyadari bahwa ada seekor kelelawar yang tersesat masuk ke dalam perpustakaan, mereka sangat berterimakasih akan kepedulian Dewey. Setelah kelelawar itu dapat diusir pergi, tentu saja Dewey tidak membuang kotorannya di sembarang tempat lagi.


Setiap akhir pekan Vicky selalu membawa Dewey pulang ke rumahnya. Vicky adalah seorang orang tua tunggal dengan seorang putri yang baru menginjak remaja. Sebagaimana umumnya anak yang baru beranjak remaja, keadaan emosi putri Vicky sangat labil sehingga Vicky selalu bertengkar dengan anak perempuannya tersebut. Kehadiran Dewey sangat membantu mereka memperbaiki hubungan karena dengan adanya Dewey mereka berdua jadi lebih banyak berbicara meskipun pembicaraan itu pun masih berkisar tentang kelucuan-kelucuan Dewey. Tetapi dengan demikian mereka menjadi lebih akrab karena kehadiran Dewey di antara mereka.


Ketika putri Vicky beranjak dewasa, ia memilih untuk meninggalkan Spencer. Suatu saat ia pulang dengan membawa calon suaminya. Ia pun mengenalkan lelaki itu kepada Dewey. Dan karena Dewey menyukai lelaki tersebut, putri Vicky mantap untuk menerima lamaran lelaki itu yang kemudian menjadi suami yang ternyata memang sangat baik baginya.


Dewey akhirnya mati karena Vicky memutuskan untuk mengakhiri penderitaan Dewey dengan suntikan mati. Vicky tidak tahan melihatnya menderita karena penyakit pencernaan yang sudah lama diderita Dewey. Semakin lama Dewey menjadi semakin lemah karena ketuaan dan penyakitnya yang parah. Perut Dewey mengeras sehingga ia tidak bisa membuang kotorannnya dengan semestinya dan dia juga tidak berselera makan. Dengan berat hati Vicky membawanya ke dokter hewan Dewey untuk disuntik mati. Agar bisa selalu mengingat Dewey, Vicky menguburkan abu Dewey di bawah jendela perpustakaan dan mengundang para pengunjung perpustakaan dalam acara mengenang Dewey.

Diterbitkan di: 04 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.