Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Budaya>Nilai Gotong Royong Dalam Berbangsa Dan Bernegara

Nilai Gotong Royong Dalam Berbangsa Dan Bernegara

oleh: cikki    
ª
 
Gotong royong adalah prinsip kerja sama, saling membantu bagi kepentingan bersama. Sedang kekeluargaan adalah prinsip kehidupan keluarga yang bersendi pada kasih sayang dan pengorbanan.
Prinsip kekeluargaan dan kegotongroyongan telah menjadi sendi kehidupan bangsa kita. Dari sendi v. inilah muncul rasa kebersamaan satu sama lain. Prinsip itu telah menjadi napas yang menyatu dalam kehidupan bangsa kita.

Jadi, keduanya saling berhubungan erat, sehingga keduanya mencerminkan sikap dan suasana:
1. kehidupan bersama berdasarkan asas kekeluargaan,
2. kerja sama, saling membantu demi kepentingan bersama,
3. kerukunan, keakraban, persaudaraan yang erat satu sama lain yang dilandasi kerja sama yang tulus ikhlas lahir dan batin.,

Sifat kekeluargaan dan tolong menolong ini dilakukan secara turun temurun dan akhirnya menjadi adat bangsa Indonesia. Wujudnya tidak terbatas pada bidang pertanian saja, tetapi/melainkan dalam berbagai kegiatan kehidupan.

Prinsip kekeluargaan dan kegotongroyongan ini merupakan budaya bangsa Indonesia, yang dapat kita lihat di pelbagai kegiatan dalam masyarakat.

BERBAGAI UPAYA MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DALAM MEWUJUDKAN PRINSIP GOTONG ROYONG DAN KEKELUARGAAN DALAM PEMBANGUNAN

Asas kekeluargaan dalam perekonomian serta pokok pikiran Pasal 33 UUD 1945 seperti di bawah ini:
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sebagai pokok-pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-biesar kemakmuran rakyat.
4. Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan bersama.
5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
6. Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat
7. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

MENGHARGAI DAN MENGEMUKAKAN PANDANGAN TERHADAP NILAI-NILAI MORAL YANG TERMUAT DALAM PRINSIP GOTONG ROYONG MASYARAKAT

Banyak nilai luhur atau mulia (terpuji) yang terkandung dalam kegiatan gotong royong. Nilai luhur yang asalnya dari adat dan budaya kita itu wajib kita lestarikan, meskipun kita hidup di alam modern ini.
Nilai luhur itu harus kita jaga agar tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas." Oleh karena itu dihidupkan terus: Nilai-nilai luhur dari gotong royong adalah:
- kasih sayang,
- rela berkorban tanpa pamrih,
- merasa senasib sepenanggungan, sehingga akan tercipta kedamaian,
- merasa suka dan duka bersama, lebih-lebih pada saat duka,
- dapat meringankan beban anggota/warga.
Diterbitkan di: 24 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa itu asas gotongroyong ? apa alasan seseorang melakukan gotongroyong? apa manfaat asas gotongroyong? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah di perkotaan gotong royong itu ada? Lihat semua
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.