Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Budaya>Upacara PANGUREI (PERKAWINAN) DI MENTAWAI

Upacara PANGUREI (PERKAWINAN) DI MENTAWAI

oleh: kerey     Pengarang : Pualiggoubat
ª
 

UPACARA PANGUREI (PERKAWINAN) DI MENTAWAI

Indonesia terkenal akan keanekaragaman adat-istiadat dan budayanya. Setiap daerah selalu berbeda-beda suku dan agama namun agama ada juga yang masih menganut agama yang memuja roh-roh leluhur. Salah satu daerah di indonesia yang masih menganut agama leluhur yaitu Kepulauan Mentawai. Mentawai terkenal dengan adat-istiadat yang masih primitif. Tetapi dengan perubahan zaman semakin berubah dan adat istiadat yang ada di Mentawai mulai banyak ditinggalkan. Namun masih ada yang menganut adat istiadat nenek moyangnya.

Daerah Mentawai yang masih menganut tersebut berada di Pulau Siberut. Salah satunya yaitu upacara perkawinan dengan adat mentawai. Sebelum perkawinan, diadakan terlebih dahulu membayar alak toga atau disebut dengan mas kawin. Pembayaran alak toga di daerah mentawai bermacam sesuai dengan daerah setempat atau suku keluarganya. Mentawai menganut patrilinear, jadi pembayaran alak toga dilakukan oleh pihak laki-laki.
alak toga selesai, baru diadakan pangurei atau inti dari perkawinan. Pangurei diadakan di Uma (rumah adat mentawai) mempelai perempuan, setelah itu mempelai laki-laki akan diundang dari pihak perempuan. Proses perkawinan di Mentawai diawali dengan merias pengantin sesuai adat Mentawai. Setelah itu mereka melakukan ritual untuk meminta berkat dari leluhur agar upacara adat perkawinan bisa berjalan lancar. Upacara perkawinan ini dipimpin oleh Sikebbukat Uma atau Kepala rumah adat yang memimpin suku setempat. Setelah irik-irikan perkawinan sudah berlangsung, laki-laki melakukan penyembelihan ayam dan babi sedangkan perempuan membuat subbet atau keladi dan pisang yang ditumbuk. Untuk babi itu tergantung berapa ama (bapak) yang datang mengambil anak toga, kalau dua ama maka babi besar harus dua ekor tidak boleh kurang karena itu sudah ketentuan.


Kalau pada adat daerah Silak Oinan ke dua ekor babi itu akan disembeli di rumah pengantin perempuan sehingga keluarga laki-laki tinggal membawa babi yang sudah dipotong-potong itu ke umanya. Namun jika pasangan pengantin perempuan itu seorang laki-laki dari Sabirut, maka pihak pengantin laki-laki akan meminta kepada keluarga perempuan agar bai tidak keduanya di sembeli tetapi disisakan satu ekor yang hidup untuk di bawa pulang bersama babi yang disembeli.

Setelah semua selesai sikebbukat uma menyiapkan ritual paguruket ( memasukkan) daging babi, ayam dan subbet ditata pada lulak yang dihiasi dengan berbagai dedaunan. Setelah itu pengantin disuruh masuk ke dalam rumah dengan urutan terdepan yakni ibu pengantin disuruh masuk ke dalam rumah dengan urutan terdepan yaitu ibu pengantin laki-laki kemudian pengantin laki-laki dan paling belakang pengantin perempuan.

Upacara perkawinan dan santapan makanan yang dibawa dari Uma pihak perempuan diadakan di Uma laki-laki. Setelah itu malam hari setelah acara perkawinan dan makan, diadakan acara paruruk atau silahturami kedua keluarga mempelai.

Perkawinan mentawai dilakukan sesuai adat-istiadat suku atau daerah setempat, namun tidak jauh beda perkawinannya dengan daerah masing-masing. Dengan perubahan zaman perkawinan secara adat di mentawai makin lama makin ditinggalkan karena di mentawai mulai beralih ke agama lain. Pemujaan roh-roh leluhur mulai ditinggalkan, mereka mulai banyak menganut agama katolik dan kristen yang dikenalkan oleh para misionaris dari jerman dan italia. Hanya daerah pedalaman saja yang belum meninggalkan adat dan agamanya. Perkawinannya pun masih berlangsung sesuai agama adat istiadat leluhur orang mentawai.

'>
Diterbitkan di: 17 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.