Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Budaya>Guru Maluku (di Belanda) Tak Lupa Asal Usulnya

Guru Maluku (di Belanda) Tak Lupa Asal Usulnya

oleh: evawim     Pengarang : Yunita Rovrov
ª
 
Empat tahun umurnya, ketika laki-laki berdarah Maluku kelahiran 1947 itu pertama kali menginjak bumi Belanda. Ia masih ingat betul ketika harus meninggalkan tanah airnya, Indonesia. Kini selah 40 tahun lebih terjun di dunia pendidikan, Rudolf Salakory, akrab dipanggil Jan, akhirnya bisa menikmati masa pensiun.
Tahun 1951 ayah Jan, orang KNIL,  harus meninggalkan Indonesia. Keluarga Salakory berangkat  ke Belanda dari pelabuhan Surabaya. Jan masih ingat betul masa kecilnya di Indonesia. Main layang-layang di alun-alun, di tangsi daerah Wonokromo, Surabaya, serta makan buah-buahan salak dan rambutan. Jan juga ingat masa awal di negeri kincir angin, misalnya salju pertama.

Jan sekeluarga kemudian tinggal di  kamp Westerbork, provinsi Drenthe, Belanda timur laut. Kamp Westerbork adalah kamp transit bagi orang Yahudi sebelum ditransfer ke kamp-kamp Nazi di Jerman.
Jan tinggal di sana selama 8 tahun. Namun setelah kamp ini habis terbakar, keluarga Salakory pindah ke Wierden, Belanda bagian timur. 
Ketika mengikuti pendidikan di sekolah menengah, seorang guru Jan mengusulkan supaya jadi dosen saja. Menurutnya, Jan berbakat jadi guru. Namun Jan sendiri lebih tertarik di bidang seni lukis. Ia bercita-cita jadi arsitek atau perancang interior. Jan akhirnya mengikuti saran dosennya dan bekerja sebagai guru SD di s'Gravenmoer, Belanda selatan.
"Tak terasa waktu bergulir begitu cepat, 40 tahun sudah berlalu dan kini saya sudah masuk usia pensiun," ujar Jan sambil tertawa.

Selama menjadi guru, ia tak lupa asal-usulnya. Jan misalnya sering cerita kepada murid-muridnya tentang Maluku dan budaya Indonesia. Ia sering membawa kue-kue khas Ambon ke sekolah. Anak-anak menyambut gembira,  koekjes van meester Salakory  (kue Bapak Salakory).

Jan berharap selama menjadi guru, telah berhasil menyampaikan pesan kepada murid-muridnya. Semoga anak-anak memetik pelajaran yang bisa dibawa sepanjang hidup. Jangan lupa mengasihi sesama manusia. 
Lalu, apa rencananya untuk ke depan? Apakah ingin tetap tinggal di Belanda, atau kembali ke tanah kelahirannya, Indonesia?

Memang rasa ingin pulang kuat sekali. Tapi Jan juga merasa dirinya warga dunia. Artinya, ia bisa tinggal di mana saja. "Tapi," lanjut Jan, "asal-usul saya Maluku, Indonesia, itu pasti!" 
Jan juga berencana membantu anak yatim piatu atau anak-anak di Asia, termasuk Indonesia, yang membutuhkan pertolongan.
Diterbitkan di: 30 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimana kabar saudara-saudaraku dari indonesia (maluku) yang berada di belanda, termasuk pak jan salakory ?, salam dari kota pasuruan - jawa timur untuk anda semua, Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Saya mengenal 2 lagu yang nyanyikan oleh Pak Jan Salakory "Lagu Untukmu' dan "Percayalah". Saya percaya 2 lagu tersebut diciptakan dan dinyanyikan dengan total penuh penjiwaan, salut!! (jawa aria) Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.