Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Perkumpulan & Berita>Kolom Pendek>Kejaksaan Negeri di kabupaten Belum Berani Tindak Koruptor

Kejaksaan Negeri di kabupaten Belum Berani Tindak Koruptor

oleh: AlifAlghazali     Pengarang : alifalghazali
ª
 
Banyaknya kasus korupsi di Kabupaten Simalungun ini membuat deretan panjang buruk nya kinerja kejaksaan negeri simalungun,hingga sampai saat ini belum ada satupun tersangka kasus korupsi yang berhasil dibawa ke meja hijau padahal begitu banyak pemberitaan maupun pengaduan beberapa LSM yang sudah dipublikasikan ke public,seperti kasus di tahun 2009-2010 yang ada di Dinas bina marga Simalungun yang melibatkan Kepala dinas bina marga(Topot.-Saragih),kasus dana DAK yang ada di Dinas pendidikan Simalungun,baru-baru ini proyek pengerjaan rumah Dinas Sekda yang jelas menyalahi prosedur,Kebun Bibit rakyat 2010 yang menyimpang(Dinas Kehutanan dan Kerlompok tani),tidak jelasnya dana Program Gardu Nangkis 2010 yang melibatkan kepala BPMN simalungun

Namun semua tersangka kasus korupsi di simalungun hilang ditiup angin,sudah menjadi rahasia umum di Simalungun ini dengan istilah (KUHP)Kasi Uang Habis Perkara,sehingga menjadi angin segar bagi para koruptor,
Seperti kemarin pihak kejaksaan mengadakan jumpa pers dengan beberapa media mengenai berhasilnya mengungkap kasus PPH gaji Dewan di secretariat Dewan yang melibatkan pejabat yang lama maupun pejabat baru,seharusnya kejaksaan negeri Simalungun jangan berbangga du-lu,masyarakat hanya ingin bukti kinerja kejaksaan
Salah seorang warga ketika dimintai komentarnya mengenai kinerja kejaksaan sekarang ini menyatakan bahwa semua hukum hanya untuk orang kecil saja,coba kita bayangkan masyarakat menebang pohon sebatang saja dituntut dua tahun,pejabat yang menebang ratusan hektar sampai saat ini kasusnya gak kelar-kelar,apalagi kasus korupsi,ucap warga dengan mimik wajah kecewa. Ketua umum DPP LSM BOPPKASNI(Boyke Sinaga)ketika dimintai komentarnya mengenai kinerja kejaksaan sekarang ini beliau menyatakan bahwa pihak kejaksaan negeri Simalungun belum bisa mendapatkan nilai plus,karena semua kasus korupsi selalu berjalan ditempat alias mandul,jangan hanya kasus PPH di Dewan saja yang digembor-gemborkan seolah-olah untuk menutupi kelemahan kejaksaan,coba kalau berani periksa semua PPH gaji pegawai Negeri sipil(PNS) dan biaya SPPJ(surat perintah perjalanan Dinas) yang ada di setiap Dinas-dinas,pasti tidak akan terjadi kebocoran pajak di Simalungun ini,jangan masyarakat curi telur ayam dituntut satu tahun ,tapi koruptor yang korupsi ratusan juta di tuntut satu tahun,mau ribuan jaksa pun diturunkan ke Simalungun ini tidak ada artinya bila sistem tidak dirubah,karena koruptor sekarang gak jauh beda dengan teroris,system periksa,tangkap,hukum harus kembali diutamakan
Diterbitkan di: 25 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.