Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Sosiologi > Bertengkar Tapi Bijak

.

Bertengkar Tapi Bijak

Pengarang : Teguh Vedder
Summary by : tedifa
Kunjungan : 17  kata: 300   Diterbitkan di: April 09, 2008


1. Ungkapkan Keinginan

Emosi seringkali membuat kita
terus bicara tanpa arah sehingga pasangan tidak tahu apa yang sebenarnya kita
inginkan. Jangan pernah berharap pasangan langsung tahu apa yang Anda mau, jadi
Anda harus mengungkapkan apa yang sebenarnya Anda inginkan.

2. Memilih Masalah

Kekesalan dan kekecewaan
sebaiknya tidak ditahan-tahan, selain membuat Anda makan hati, Anda juga
terpicu untuk memusuhi pasangan. Tetapi bukan berarti setiap kali kesal dan
kecewa Anda dapat ?memuntahkannya? pada pasangan. Cobalah Anda pikirkan
baik-baik lebih dulu apakah perlu dibicarakan atau Anda bisa menyelesaikannya
dengan cara lain.

3. Menjadi Pendengar yang baik

Pertengakaran yang sehat adalah
pertengkaran yang berjalan dua arah. Anda tidak boleh nyerocos atau berceramah.
Berikan kesempatan pada pasangan untuk menjelaskan sudut pandangannya,
mengingat ketegangan bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman.

4. Prioritas Waktu dan Tempat

Mulai sekarang, coretlah area
public seperti mal atau kafe sebagai tempat pertengkaran. Termasuk ketika
sedang berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Pilih waktu yang pas saat
pikiran sedang jernih dan fisik tidak terlalu lelah. Hindari mengungkapkan
kekecewaan saat Anda dan pasangan berangkat tidur karena tubuh dan pikiran
cenderung lelah.

5. Jangan Memperluas masalah

Semula Anda kesal karena pasangan
telat menjemput, tapi kemudian Anda mulai merembet ke hal lain. Anda
mempermasalahkan apa saja yang pernah dia lakukan dan menyebabkan Anda kesal.
Cara ini membuat Anda kesal dan akibatnya pertengkaran akan ?memanas?.

 

 

 



Ringkasan lain tentang Bertengkar Tapi Bijak
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------