1. Ungkapkan Keinginan
Emosi seringkali
membuat kita
terus bicara tanpa arah sehingga
pasangan tidak tahu apa yang sebenarnya kita
inginkan. Jangan pernah berharap pasangan langsung tahu apa yang Anda mau, jadi
Anda harus mengungkapkan apa yang sebenarnya Anda inginkan.
2. Memilih Masalah
Kekesalan
dan kekecewaan
sebaiknya tidak ditahan-tahan, selain membuat Anda makan hati, Anda juga
terpicu untuk memusuhi pasangan. Tetapi bukan berarti setiap kali
kesal dan
kecewa Anda dapat ?memuntahkannya? pada pasangan. Cobalah Anda pikirkan
baik-baik lebih dulu apakah perlu dibicarakan
atau Anda bisa menyelesaikannya
dengan cara lain.
3. Menjadi Pendengar yang
baik Pertengakaran yang sehat adalah
pertengkaran yang berjalan dua arah. Anda tidak boleh nyerocos atau berceramah.
Berikan kesempatan pada pasangan untuk menjelaskan sudut pandangannya,
mengingat ketegangan bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman.
4. Prioritas Waktu dan Tempat
Mulai sekarang, coretlah area
public seperti mal atau kafe sebagai tempat pertengkaran. Termasuk ketika
sedang berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Pilih waktu yang pas saat
pikiran sedang jernih dan fisik tidak terlalu lelah. Hindari mengungkapkan
kekecewaan saat Anda dan pasangan berangkat tidur karena tubuh dan pikiran
cenderung lelah.
5. Jangan Memperluas masalah
Semula Anda kesal karena pasangan
telat menjemput, tapi kemudian Anda mulai merembet ke hal lain. Anda
mempermasalahkan apa saja yang pernah dia lakukan dan menyebabkan Anda kesal.
Cara ini membuat Anda kesal dan akibatnya pertengkaran akan ?memanas?.
Ringkasan lain tentang Bertengkar Tapi Bijak