Stres, Atasi dengan Bersyukur
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
11
kata:
600
Diterbitkan di: April 05, 2008
Ny Ismiati (35) membunuh kedua anaknya
masing-masing Fuadi Rasyid (4 bulan) dan Mutiara Yusuf (2 tahun) di rumahnya di
RT 04/04, nomor 22 Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Nomor 22. Kasat Reskrim
Polres Metro Bekasi, Kompol Budi Sartono di Bekasi, Jumat menjelaskan, kedua
mayat dua bayi di bawah lima tahun
(Balita) itu ditemukan tergeletak di lantai rumah tersebut dalam keadaan tidak
bernyawa oleh tetangga korban.
Saat ditemukan sekitar pkl. 07.00 WIB, tangan kedua Balita itu terikat karet,
tubuhnya basah kuyub dan ditutupi kain basah. Diduga korban dibunuh dengan cara
menceburkan ke bak mandi oleh ibu kandungnya.Sang ibu yang sedang berada dalam
penahanan Polres Metro Bekasi ini sulit diajak bicara. Kalaupun bisa,
pembicaraannya tidak jelas dan mengacau. Menurut psikolog klinis dari
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Heri Widodo,
M.Psi, pasti ada beban hidup yang menimpa si ibu sampai dia bisa melakukan hal
ini. Dan memang, bisa dikatakan bahwa sang ibu ini sedang stres.Pada
dasarnya, kata Heri, manifestasi stres bisa beragam. Tergantung karakter
kepribadian. "Ada yang
melakukan tindakan membahayakan seperti bunuh diri atau melukai orang lain,
membunuh orang lain termasuk keluarganya seperti kasus ini," Stres bisa
jadi membuat orang menjadi psikotik atau sering kita sebut gila, menyebabkan
halusinasi, berkepribadian ganda. Keluarga, dalam hal ini paling rawan menjadi
penyebab terjadinya stres. Sehingga bisa jadi si anak justru yang menjadi
stresor (penyebab stres). "Tapi sebaliknya, justru keluarga jugalah yang
mampu membantu pulihnya stres," jelas Heri.
Karena itu, tidak mudah membuat si ibu bicara dan menceritakan apa yang
terjadi, tegas Heri. Butuh orang yang bisa dipercaya olehnya, mau menerima dia
apa adanya. Biasanya dari kalangan keluargalah yang bisa melakukan pendekatan
ini. Sulit diketahui butuh berapa lama kondisi ini bisa pulih.Agar tidak stres
banyak hal bisa dilakukan. Pada dasarnya menerima hidup apa adanya merupakan
salah satu langkah yang bisa dilakukan agar kita tidak stres. Banyaknya
keinginan, sementara kemampuan terbatas bisa membuat orang tertekan dan
depresi. Jadi, kita perlu mensyukuri apa pun yang kita alami dan terima setiap hari.Heri
menjelaskan, stres pada dasarnya bisa dikelola. Tergantung dari kemampuan
pribadi masing-masing. Kedewasaan pribadi dalam hal ini menentukan apakah
seseorang mampu atau tidak menghadapi stresor.