Jumlah penduduk Indonesia begitu banyak, tersebar dari Sabang sampai Merauke. Begitu pula kekayaan alam
dan sumberdaya lainnya. Secara
tidak langsung itu berarti
kita punya banyak hal untuk dikelola, mulai dari manusianya sampai alamnya. Herannya, mengapa masih banyak penduduk Indonesia yang hidupnya miskin, terutama anak-anak? Padahal dalam pasal 34 sudah diterangkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar diasuh oleh negara. Jika begini, patutlah kita bertanya kemana ibu pengasuh anak-anak tersebut? Jika seorang ibu saja tidak
perhatian untuk mengasuh anaknya, bagaimana kita, yang orang awam, bisa mengurus mereka. Apalagi di Jakarta akan diberlakukan peraturan larangan memberi uang pada gelandangan dan pengemis. Belum lagi tidak adanya kesempatan bekerja bagi
mereka karena mereka masih di bawah umur dan tidak punya skill serta pengalaman. Makin merana dan susahlah hidup mereka. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia, saya mengharapkan peran serta dan perhatian pemerintah untuk masalah ini. Jika memang larangan untuk pengemis dan gelandangan itu benar-benar diberlakukan, tolong berikan jaminan lainnya agar masa depan mereka lebih terjamin. Untuk masyarakat, tolong peran sertanya juga untuk ikut membantu saudara kita yang kekurangan tersebut. Tidak perlu selalu memberi uang pada mereka, mau mendengarkan cerita mereka dan memperhatikan mereka itu saja sudah cukup. Karena dengan begitu mereka akan merasa masih ada yang perhatian pada mereka. Kepada masyarakat yang telah melakukan hal itu, saya ucapkan selamat dan terima kasih. Sementara untuk pemerintah, saya hanya bisa bertanya: bagaimana caramu mengasuh anak-anakmu?
Ringkasan lain tentang Anak jalanan, dimana pengasuhmu?