aredoenMantan
presiden Indonesia ke 2 telah wafat beberapa waktu yang lalu,kita sebagai bangsa yang berbudaya tentunya ikut mendoakan beliau agar dapat diterima disisiNya
dengan segala kekurangan dan kelebihannya semasa hidup. Namun diluar dari pada itu ada sedikit ganjalan dalam diri kita,antara lain adalah perlakuan pada masa-masa kritis (sakit) sampai kepada pemakamannya. Marilah
kita tengok bagaimana perlakuan presiden kita sekarang yang boleh dianggap sangat menghargai " seniornya " dengan memberikan yang terbaik untuk memberikan pengobatan terhadap
suharto yang boleh dikatakan lux. 40 dokter dengan berbagai macam spesialis disiagakan 24 jam full dengan perangkat kedokteran yang canggih yang selalu diusahakan demi kesembuhan Suharto ( meskipun pada akhirnya Tuhan berkata lain ). Pada
saat pemakamannya pun begitu, pemerintah berusaha sebaik-baiknya memenuhi kehendak almarhum agar dimakam
di astana giri bangun surakarta,dilaksanakan dengan upacara pemakaman yang langsung di pimpin oleh Presiden serta pemegang bendera merah putih yang menyelimuti peti mati oleh seluruh pimpinan angkatan dan kepolisian berpangkat jenderal. Sekarang marilah tengok sejarah kelam presiden kita yang pertama selama sakit sampai meninggalnya. Pada saat Soekarno sakit, beliau hanya ditempatkan dirumahnya (
tidak dirumah sakit ) karena status tahanan rumah ( katanya, meskipun sampai saat ini tidak jelas statusnya terpidana karena kesalahannya atau bagaimana...). Dokter yang memeriksa kesehatan beliau pun cuma 1 orang dan itu pun cuma dokter biasa, bukan spesialis. Dan yang lebih mengherankan dia hanya datang 2 kali dalam 1 minggu. Menurut pengakuannya hal tersebut atas perintah presiden saat itu ialah Suharto yang melarang para dokter untuk datang sesering mungkin memeriksa Soekarno,bahkan yang lebih menghebohkan saat Soekarno wafat setelah diperiksa banyak obat beliau yang masih utuh tersegel,ini mengidikasikan bahwa obat tersebut tidak pernah diberikan kepada yang sakit. Disaat sebelum wafat Soekarno pernah berwasiat bahwa ia ingin dimakamkan di jawa barat atau tepatnya di Bogor,hal itu tidak di turuti oleh Presiden kita saat itu Suharto.Akhirnya Soekarno dimakamkan di tanah kelahirannya Blitar. Disaat prosesi pemakaman yang memimpin hanya seorang jenderal yang diutus Suharto yaitu Pangabean.Pemegang bendera yang dipakai selimut peti mati bung Karno hanyalah kopral.Tidak ada keistimewaan disaat pemakaman bung Karno seperti yang terjadi yang terjadi pada pemakaman Suharto. Yang membuat istimewa dalam pemakaman bung Karno adalah rakyat Indonesia turut mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya. Kita memang perlu mengurut dada prihatin dengan keadaan itu.Semoga saja dimasa yang akan datang semua itu tidak terjadi lagi,perlakukanlah yang sama karena dimata Tuhan pun semua manusia adalah sama,tidak diistimewakan.Yang membedakan adalah bagaimana amal kita di saat kita hidup.
Ringkasan lain tentang SUHARTO DAN SUKARNO