Jika selama ini ada anggapan musik cadas seperti
heavy metal hanya membuat telinga tuli
dan tak ada yang
bisa dirasakan, kini
sepertinya kita harus berpikir ulang. Sebuah riset terbaru yang dilansir
dari Sciencedaily,
Minggu (08/04) menyebutkan, penggemar musik heavy metal ternyata
lebih bisa
meredam
emosi negatif, dan lebih ekspresif, dan lebih bisa meluapkan
kemarahannya. Kajian lebih lanjut tentang selera musik dan perilaku para siswa
ini kembali dilakukan oleh Stuart Cadwallader, dari Warwick University,
yang meneliti sekitar 1.057 murid dari usia antara 11 dan 18 tahun, dan
meneliti hubungan
mereka dengan keluarga, perilaku di sekolah, bagaimana mereka
menghabiskan waktu santai, musik kesukaan, dan jenis media yang mereka
konsumsi.
"Selama ini selalu ada persepsi yang
menyatakan murid yang cerdas dan memiliki intelijensi tinggi cenderung
didominasi mereka yang suka musik klasik dan menghabiskan banyak waktu nuntuk
membaca. Sementara mereka yang menyukai musik heavy metal jarang memiliki
potensi akademis yang cukup baik. Namun, hasil survei yang kita lakukan,
berbalik dengan persepsi tersebut," papar Cadwallader. "Dalam survei,
kami meneliti sebuah kelompok dengan rata-rata self-esteem (harga diri)
yang lebih rendah cenderung memiliki sikap tak teratur. Dan untuk melepaskan
ketegangan dan rasa rendah diri yang menganggu, musik beraliran heavy metal,
menjadi pilihan mereka," tambah Cadwallader yang meneliti siswa dari National
Academy.
Studi ini juga mengungkapkan, mereka yang
menikmati musik heavy metal cenderung mengalami kesulitan untuk menjalin
hubungan dengan keluarga dan teman-teman mereka. Dan mereka menjadikan musik
sebagai media ''keterbukaan'' mereka. Sebagian besar murd mengatakan mereka tidak
mempertimbangkan untuk menjadi penganut Metal sejati tapi musik heavy metal
memahami aspek spesifik kebudayaan pemuda saat ini. Dengan menggunakan musik
yang keras dan agresif, mereka bisa keluar dan lepas dari rasa frustrasi dan
kemarahan.
Walaupun siswa yang mengaku sebagai penggemar
fanatik (lebih dikenal dengan sebutan metalheads dan headbangers)
mengatakan musik metal selalu menemami mereka dalam setiap kegiatan, namun
mereka lebih sering mendengarkan musik tersebut saat mood (suasana hati)
mereka buruk. "Mungkin tekanan yang selama ini dihadapi anak-anak berbakat
namun rendah diri untuk sementara bisa terlupakan dengan bantuan musik. Dan
tidak ada salahnya untuk mendengarkan musik heavy metal untuk membantu
membebaskan mereka dari emosi negatif," kata Cadwallader yang menyebut
banyak musisi aliran heavy metal juga memiliki tingkat intelijensi tinggi
seperti vokalis Iron Maiden, Bruce Dickinson, yang selain sebagai
musisi, juga berprofesi sebagai novelis dan pilot penerbangan komersial.
Ringkasan lain tentang Heavy Metal Bantu Melepas Emosi