Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Contoh Konflik Sosial Dalam Masyarakat | Pengertian Konflik Sosial

Contoh Konflik Sosial Dalam Masyarakat | Pengertian Konflik Sosial

oleh: 3handoyo     Pengarang : 3handoyo
ª
 
Pengertian Konflik Sosial
Konflik berasal dari bahasa latin, yaitu “configure”, yang berarti saling memukul. Secara sosiologis dapat diartikan sebagai proses sosial di mana terdapat gejala-gejala untuk menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkannya.
Soerjono Soekanto ( 98 ; 2005) mendefinisikan konflik sebagai suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan
yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.

Contoh Konflik Sosial Dalam Masyarakat
Konflik sosial di Aceh dahulu dan Papua adalah contoh konflik vertikal, dimana antara sebagian rakyat di sana
merasa tidak puas dengan pemerintah pusat. Rasa tidak puas ini mengakibatkan konflik. Umumnya, konflik vertikal dilabeli sebagai gerakan separatis. Dengan mudah kita akan mengetahui bahwa gerakan teroris, pemberontakan Andi Azis di Maluku, juga pemberontakan Kartosuwiryo adalah termasuk dalam konflik vertikal ini.

Adapun kasus Poso adalah konflik horizontal, yakni konflik antar individu dan masyarakat, walau nuansa vertikalnya ada, namun tidak dominan. Begitupun perang antar kampung yang semakin sering terjadi di Jakarta akhir-akhir ini. Juga tawauran antar pelajar, adalah termasuk konflik horizontal.

Penyebab Konflik Sosial
Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya suatu konflik sosial dalam masyarakat, di antaranya adanya suatu permasalahan atau perselisihan berkaitan dengan mobilitas individu, atau kelompok dan distribusi/pembagian sumber
daya ekonomi, sosial, dan politik yang tidak diselesaikan secara kompromi. Meskipun konflik sebagai hasil dari proses disosiatif yang tajam dan banyak menimbulkan hal-hal negatif, tetapi sebenarnya konfik juga memiliki fungsi positif
bagi masyarakat, misalnya memperkuat solidaritas intern kelompok, setiap anggota masyarakat akan dapat menilai dirinya sendiri, introspeksi diri, dan dilanjutkan dengan melakukan perubahan tingkah laku yang lebih baik, dan sebagainya.

Apakah suatu pertentangan membawa akibat-akibat yang positif atau tidak, tergantung dari persoalan yang dipertentangkan dan juga dari struktur sosial di mana pertentangan yang menyangkut suatu tujuan, nilai atau kepentingan itu berlangsung. Sepanjang pertentangan tidak berlawanan dengan pola-pola hubungan sosial di
dalam struktur sosial tertentu, maka pertentangan-pertentangan tersebut bersifat positif, karena mempunyai kecenderungan untuk mengadakan penyesuaian kembali terhadap norma-norma dan hubungan-hubungan
sosial dalam kelompok yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan individu maupun bagian-bagian kelompok lainnya.

Dalam kelompok-kelompok di mana para anggotanya mengadakan interaksi sosial dalam frekuensi yang tinggi kemungkinan terjadinya pertentangan sangat besar. Walaupun demikian halnya, sebenarnya sudah
menjadi anggapan umum bahwa untuk memelihara hubungan yang baik, seyogyanya benih-benih pertentangan jangan dibiarkan berkembang. Apabila benih-benih pertentangan dibiarkan berkembang, maka kemungkinan besar
keutuhan kelompok akan terancam, segala perasaan tidak puas yang selama ini dipendam akan meletus. Kemudian, pertentangan tersebut akan meluas pada pertentangan pribadi yang dilandaskan pada perasaan dan disertai
dengan tindak kekerasan dan pengerusakan.

Jenis konflik yang ada dalam masyarakat sangat banyak, mulai dari perkelahian antarpribadi, kerusuhan massal, sampai pada revolusi. Sampai sekarang para ahli masih mencari faktor-faktor penyebab, dampak yang
ditimbulkan, dan cara-cara penyelesaiannya.

Sumber Konflik Sosial
Secara umum sumber-sumber terjadinya pertentangan atau konflik
adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan Antarindividu
2. Perbedaan Kebudayaan
3. Perbedaan Kepentingan
4. Perubahan Sosial

Demikian pengertian konflik sosial dan contoh konflik sosial dalam masyarakat.
Diterbitkan di: 31 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    PENGERTIAN & CONTOH KONFLIK HORIZONTAL Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.