Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Teori Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

Teori Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

oleh: 3handoyo     Pengarang : Ruswanto
ª
 
Teori perubahan sosial menurut para ahli, secara umum dapat dibagi menjadi dua, yakni teori siklus dan teiri linear. Berikut penjelasannya.

Teori Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli
a. Teori Siklus
Teori siklus menjelaskan bahwa perubahan sosial bersifat siklus artinya berputar melingkar. Menurut teori siklus, perubahan sosial merupakan sesuatu yang tidak bisa direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu, tetapi berputar-putar menurut pola melingkar. Apa yang terjadi sekarang akan memiliki kesamaan atau kemiripan dengan apa yang ada di masa lalu, sehingga batas-batas antara pola hidup primitif, tradisional, dan modern tidak jelas.

Teori siklus ini telah dianut oleh bangsa Yunani, Romawi, dan Cina Kuno jauh sebelum ilmu sosial modern lahir. Di era modern, teori siklus ini dianut oleh antara lain Seorang filsuf sosial Jerman, Oswald Spengler (1880–1936). Ia berpandangan bahwa setiap peradaban besar menjalani proses penahapan kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan. Selanjutnya, perubahan sosial akan kembali pada tahap kelahirannya kembali. Arnold Toynbee (1889–1975), seorang sejarawan sosial Inggris menambahkan bahwa sejarah peradaban adalah rangkaian siklus kemunduran dan pertumbuhan. Akan tetapi, masing-masing peradaban memiliki kemampuan meminjam kebudayaan lain dan belajar dari kesalahannya untuk mencapai tingkat peradaban yang tinggi. Salah satu contoh adalah kemajuan teknologi di suatu masyarakat umumnya terjadi karena proses belajar dari kebudayaan lain.

Kebenaran teori siklus ini dapat dilihat misalnya dalam perubahan mode pakaian, seringkali kita melihat mode pakaian terbaru kadang-kadang merupakan tiruan atau mengulang model pakaian zaman dulu. Atau dalam dunia musik kit sering
mendengar slogan pengulangan back to-80's. dsbnya.Dibidang politik, terlihat dari upacara-upacara sosial yang dilakukan pemimpin suku di zaman kuno dilakukan kembali oleh pemimpin politik masyarakat modern sekarang, misalnya melakukan upacaraupacara yang sifatnya memuja dan memelihara tradisi turun-temurun.

b. Teori Linier (Teori Perkembangan)
Menurut teori ini perubahan sosial bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan tertentu. Penganut teori ini percaya bahwa perubahan sosial bisa direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tujuan tertentu. Masyarakat berkembang dari tradisional menuju masyarakat kompleks modern.

teori linier ini dikembangkan oleh para ahli sosial sejak abad ke-18, bersamaan dengan munculnya zaman pencerahan di
Eropa. Teori linier dapat dibagi menjadi dua, yaitu teori evolusi dan teori revolusi. Dimana teori evolusi melihat perubahan secara lambat, sedangkan teori revolusi melihat perubahan secara sangat cepat (drastis). Menurut teori evolusi bahwa masyarakat secara bertahap berkembang dari primitif, tradisional, dan bersahaja menuju masyarakat modern.
Teori ini dapat kita lihat di antaranya dalam karya sosiolog Herbert Spencer, Emile Durkheim, dan Max Weber.

Herbert Spencer seorang sosiolog Inggris, berpendapat bahwa setiap masyarakat berkembang melalui tahapan yang pasti berdasarkan teori evolusi Darwin. Menurut Spencer orang-orang yang cakap akan memenangkan perjuangan hidup, sedangkan orang-orang lemah akan tersisih sehingga masyarakat yang akan datang hanya diisi oleh manusia-manusia tangguh yang memenangkan perjuangan hidup.

Emile Durkheim mengetengahkan teorinya yang terkenal bahwamasyarakat berkembang dari solidaritas mekanik ke solidaritas organik. Solidaritas mekanik merupakan cara hidup masyarakat tradisional yang di dalamnya cenderung terdapat keseragaman sosial yang diikat oleh ide bersama. Sebaliknya, solidaritas organik merupakan cara hidup
masyarakat lebih maju yang berakar pada perbedaan daripada persamaan. Masyarakat terbagi-bagi secara beragam atau terjadi proses diferensiasi kerja.

Teori revolusioner dapat kita lihat dalam karya Karl Marx sebagai sosiolog. Karl Marx juga melihat masyarakat berubah secara linier, namun bersifat revolusioner. Semula masyarakat bercorak feodal lalu berubah secara revolusioner menjadi masyarakat kapitalis. Kemudian, berubah menjadi masyarakat sosialis-komunis sebagai puncak perkembangan masyarakat.

Max Weber berpendapat bahwa masyarakat berubah secara linier dan masyarakat yang diliputi oleh pemikiran mistik menuju masyarakat yang rasional. Terjadi perubahan dari masyarakat tradisional yang berorientasi pada tradisi turun-temurun menuju masyarakat modern yang rasional

Sumber: Ruswanto, Sosiologi : untuk SMA / MA Kelas XII Program Studi Ilmu Sosial, Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009. Demikian teori teori perubahan sosial menurut para ahli
Diterbitkan di: 26 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh dari teori siklus Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.