Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Beberapa kesalahan pelaksanaan ibadah hajji

Beberapa kesalahan pelaksanaan ibadah hajji

oleh: ArisNurwibowo     Pengarang : Aris Nurwibowo
ª
 
Tanggal 9 dzulhijjah

Masuk waktu dzuhur harus sudah berada di arofah,mendengarkan khutbah imam,lalu sholat berjamaah dzuhur qosor,dan dijamak dengan ashar qosor dilanjut dengan berdiam ( wukuf ) di arofah sambil memperbanyak do’a dan memperbanyak ucapan : laa ilaaha illallohu wahdahu laasyariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwwa alaa kulli syai’in qodiir.pekerjaan wukuf ini hingga menjelang waktu terbenamnya matahari.

  • hal2 yang sering menjadi kesalahan ketika di hari arofah:

a. bertempat diluar batas wukuf,barang siapa yang berada di luar batas wukuf dan langsung bertolak menuju muzdalifah ketika matahari terbenam,maka tiada hajji baginya.

b. meninggalkan arofah sebelum terbenamnya matahari,ini tidak dibenarkan karena menyelisihi perbuatan nabi saw.

c. berdesakan dan saling mendorong hanya karena ingin naik ke gunung ( jabalrohmah ),juga mengusap-usap jabal rohmah dengan keyakinan mendapat barokah,juga sholat di jabalrohmah,karena ini semua adalah
bid’ah tidak ada dasar syariatnya.

Di kala terbenam matahari tanggal 9 malam tanggal 10,

Berangkatlah kafilah hajji ke masy’arilharom – (muzdalifah) ,di sana mengerjakan sholat maghrib dijamak dengan isyak qosor dengan sekali adzan dan 2 kali qomat (antara sholat maghrib dan isyak tidak diselingi sholat sunah),setelahnya supaya berdiam di muzdalifah dengan bertalbiyah,berdzikir,dan memperbanyak syukur pada alloh (atas peparingnya bisa wukuf di arofah).ini berlangsung hingga mereka mengerjakan sholat subuh.

  • hal2 yang sering menjadi kesalahan ketika di muzdalifah :

a. mencari kerikil jumroh sebelum mengerjakan sholat maghrib dan isyak jamak qosor

b. berkeyakinan bahwa kerikil jumroh harus diperoleh dari muzdalifah,

  • ( yang benar mencarinya adalah dalam perjalanan dari muzdalifah menuju mina setelah selesai sholat subuh ).

c. mencuci kerikil,karena ini tidak pernah dikerjakan oleh nabi

  • ( yang benar adalah cukup di kibas2kan untuk membersihkannya )
Diberi kemurahan bagi para wanitya,orang2 yang lemah fisiknya,anak2 kecil untuk bubar meninggalkn arofah menuju mina pada pertengahan malam ( setelah tenggelamnya bulan malam itu )> hadisnya asma’ .


Tanggal 10 waktu dhuha,

Kafilah hajji sampai mina segera menuju jumroh aqobah ,sesampainya di jumroh aqobah,mereka menghentikan bacaan talbiyah dan melempar jumroh aqobah dengan tujuh kali lemparan dengan membaca takbir yakni “ allohu akbar “ bersamaan dengan melempar ( yukabbiru ma’a kulli hashotin )


Hal2 yang sering menjadi kesalahan ketika melempar jumroh

a. melempar jumroh dengan berkeyakinan melempari syetan – syetan,sehingga mereka melemparnya dengan nafsu amarah . > padahal disyari’atkannya melempar jumroh adalah untuk menetapi dzikir kepada alloh ( prakteknya membaca takbir ).

b. melempar jumroh dengan batu yang besar ,atau dengan benda selain kerikil tersebut. > ini namanya tindakan berlebihan yang dilaranga agama.

c. saling berdesakan dan bertengkar ketika melempar,adapun yang benar adalah saling belas kasih ( menjaga diri ) dengan khidmad dan memastikan dengan pandangan matanya bahwa kerikil yang dilemparnya betul-
betul mengenai jumroh ( tiang jumroh ).

d. melempar jumroh dengan tujuh kerikil sekaligus.

Diterbitkan di: 20 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.