Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Bahasa dan Kelas Sosial (sociolinguistic)

Bahasa dan Kelas Sosial (sociolinguistic)

oleh: IgnasioDian     Pengarang : Ignazio Dian
ª
 
BAHASA DAN KELAS SOSIAL (SOCIOLINGUISTIC)

1. Pengertian kelas sosial

Kelas sosial atau social class mengacu kepada golongan masyarakat yang mempunyai kesamaan tertentu dalam bidang kemasyarakatan seperti ekonomi, pekerjaan, pendidikan, kedudukan, kasta dan sebagainya.

Seorang individu mungkin mempunyai status sosial yang lebih dari satu. Misa si A adalah seorang bapak di keluarganya, yang juga berstatus sosial sebagai guru. Jika dia guru di sekolah negeri, dia juga masuk ke dalam kelas pegawai negeri. Jika dia seorang sarjana, di bisa masuk ke kelas sosial ‘terdidik’. Begitulah kita juga mengenal kelas pegawai, kelas buruh, kelas manajer, kelas pedagang, kelas petani. Di negara-negara industri, kelas buruh sebagai kelas terendah biasanya masih digolongkan lagi menjadi kelas bawah, menengah. Kelas atas dan menengah pun masih dibagi lagi menjadi 2 golongan, menjadi kelas atas-atas dan kelas ata-bawah, kelas menengah –atas dan menengah-bawah. Kasta biasanya memang dianggap sejenis kelas sosial. Tetapi ada satu hal yang membedakan kasta dari kelas sosial yang lain: pada kasta orang tidak boleh seenaknya bebas memasuki golongan. Seperti orang yang dilahirkan dari keluarga kasta brahmana pasti dan harus menjadi anggota kasta itu. Orang yang lahir dari keluarga kasta sudra tidak boleh masuk menjadi anggota kasta brahmana.

Sebaliknya, di negara industri, misalnya seorang buruh pabrik karena ketekunan dan usahanya untuk belajar terus akan bisa mampu segera naik kariernya, menjadi seorang manajer. Kalau sudah demikian dia akan bergabung dengan anggota-anggota kelas manajer. Jadi kasta itu bersifat tertutup, sedangkan kelas sosial lain bersifat terbuka, memungkinkan adanya mobilitas sosial, yaitu berpindahnya seseorang dari kelas ke kelas.

2. Ragam Bahasa Kelas sosial

Ragam bahasa boleh dikatakan merupakan diaek sosial tersendiri. Jika anggota dari kelas bawah masuk ke perguruan tinggi dan menjadi mahasiswa, dia segera meninggalkan dialek sosialnya, menggantikannya dengan bahasa Inggris ragam baku yang memang biasa di pakai di kalangan universitas dan kalangan akademis.

Ragam bahasa dialek regional dapat dibedakan secara jelas dengan dialek regional yang lain. Batas perbedaan itu bertepatan dengan batas-batas alam seperti laut, sungai, gunung, jalan raya, hutan, dll. Atau mungkin batas itu ditentukan berdasarkkan ketentuan politik atau administrasi pemerintahan. Secara linguistik dapat dikatakan, jika dua dialek regional berdampingan, di dekat perbatasan itu bisa jadi kedua unsur dialek itu akan bercampur. Semakin jauh dari perbatasan, perbedaan semakin besar. Misalnya, di Bali kita temukan dialek regional Gianyar, Klungkung, Karangasem yang mempunyai vokal / e-pepet untuk kata-kata seperti ‘kija’ yang artinya ‘kemana’.

Diterbitkan di: 05 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perbedaan pidgin dan creole? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan perbedaan antara kelas sosial dengan kasta ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.