Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Kenakalan Remaja, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenakalan Remaja, Penyebab dan Cara Mengatasinya

oleh: AkbarRamadhan    
ª
 
  • Definisi

    Pada dasarnya kenakalan remaja merupakan suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat, atau dapat juga dikatakan bahwa kenakalan remaja adalah suatu bentuk perilaku yang menyimpang.

    Definisi lain dari kenakalan remaja adalah kelainan tingkah laku / tindakan remaja yang bersifat anti social, melanggar norma social, agama, serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat
    Menurut bentuknya, sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja ke dalam tiga tingkatan :
    1. Kenakalan biasa seperti suka pergi keluar rumah tanpa pamit, membolos sekolah keluyuran, dll,
    2. Kenalakan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan, seperti megendarai motor tanpa sim
    3. Kenalaan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan sex diluar nikah, dll. Dalam penelitian ini, kami menjelaskan kategori di atas sebagai ukuran kenalkalan remaja.
    4. Pernah dijelaskan dalam pemikiran emile durkheim bahwa perilaku menyimpang, dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosiaal yang normal, dalam bukunya “rules of sociological method” dijelaskan bahwa pada batas-batas tertentu kenalkalan remaja adalah normal karena tidak mungkin menghapusnya secara tuntas. Dengan demikian, suatu perilaku dianggap normal jika perilaku tersebut tidak menimbulkan kekacauan atau keresahan dalam masyarakat.
    5. Dilihat dari latar belakangnya, salah satu penyebab dari kenakalan remaja adalah kurangnya interaksi social khususnya dalam suatu keluarga seolainitu, keberfungsian social dalam suatu masyarakat juga sangat dibutuhkan.

  • Penyebab terjadinya kenakalan remaja

    Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).

    Faktor internal :

    1. Krisis identitas
      Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
    2. Kontrol diri yang lemah
      Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.


    Faktor eksternal :

    1. Keluarga
      Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
    2. Teman sebaya yang kurang baik
    3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

    Dalam makalah ini saya mencoba untuk membagi kenakalan remaja menjadi dua yaitu Penggunaan narkoba dan fenomena seks bebas. Berikut penjelasanya.

    Penggunaan Narkotika

    Sebagaiperalihan dari masa anak menuju ke masa dewasa, masa remaja merupakan masa yang penuh dengan kesulitan dan gejola, baik bagi remaja sendiri maupun bagi orang tuanya. Seringkali karena ketidaktahuan dari orang tua mengenai keadaan masa remaja tersebut ternyata mampu menimbulkan bentrokan dan kesalahpahaman antara remaja dengan orang tua yakni dalam keluarga atau remaja dengan lingkungannya.

    Hal tersebut di atas tentunya tidak membantu si remaja untuk melewati masa ini dengan wajar, sehingga berakibat terjadinya berbagai macam gangguan tingkah laku seperti penyalahgunaan zat, atau kenakalan remaja atau gangguan mental lainnya. Orang tua seringkali dibuat bingung atau tidak berdaya dalam menghadapi perkembangan anak remajanya dan ini menambah parahnya gangguan yang diderita oleh anak remajanya.

    Sembilan puluh persen dari sekitar dua juta pecandu narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) adalah generasi muda, termasuk 25.000 mahasiswa. Ada sebanyak 1.015 siswa di 166 SMU di Yogyakarta selama tahun 2004/2005 terlibat tindak penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Sedangkan 700 siswa sisanya ditindak dengan pembinaan agar jera, dan tidak mempengaruhi teman lain yang belum terkena sebagai pengguna narkoba. Para siswa penyalahgunaan narkoba tersebar di Jakarta Utara sebanyak 248 orang dari 26 SMU, Jakarta Pusat sebanyak 109 di 12 SMU, Jakarta Barat sebanyak 167 di 32 SMU, Jakarta Timur sebanyak 305 di 43 SMU dan Jakarta Selatan sebanyak 186 di 40 SMU. Kondisi diatas hanyalah gambaran kecil dari kenyataan yang berkembang di masyarakat yang sebenarnya. Hal ini diperparah dengan tingginya angka prevalensi HIV di kalangan pemakai narkoba suntik. Sebuah survei dari tahun 2002 sampai 2006 oleh Yayasan Hatihati, sebesar 45% dari pengguna jarum suntik menderita HIV.

    Berbagai Motivasi Dalam Penyalahgunaan Obat

    • Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal.

    • Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini; dan ini merupakan suasana hati menekan yang mendalam dalam diri remaja; antara lain:

    1. Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya.
    2. Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat.
    3. Perubahan teknologi yang cepat.
    4. Kaburnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral; (hal ini berarti perlu pembinaan Budi Pekerti – Akhlaq)
    5. Meningkatnya waktu menganggur.
    6. Ketidakseimbangan keadaan ekonomi misalnya kemiskinan, perbedaan ekonomi etno-rasial, kemewahan yang membosankan dan sebagainya.
    7. Menjadi manusia untuk orang lain.

    Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja:
    1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
    2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
    3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
    4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
    5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
    Diterbitkan di: 30 Juni, 2012   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    ddengan cara apakah kita mengatasi, atau solusi apa yg kita gunakan bila sianak tdk peduli dengan apa yang kita katakan karena faktor perceraian kedua orang tuanya? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    mohon diinformasikan jk anak tersebut sdh semua dlm makalah itu sdh dilakukan utk merubahnya termasuk komunikasi ternyata gagal apa yang harus saya lakukan Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    situs mangatasi kenakalan remaja Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah arahan orang tua mampu mmberikan dmpak positif bagi remaja tsbt,,,,,? Lihat semua
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .