Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sumber stress

oleh: lolypoly    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";} Sumber stres adalah semua kondisi stimulasi yang berbahaya dan menghasilkan reaksi stres. Stress reaction acute (reaksi stres akut) adalah gangguan sementara yang muncul pada seorang individu tanpa adanya gangguan mental lain yang jelas, terjadi akibat stres fisik dan atau mental yang sangat berat, biasanya mereda dalam beberapa jam atau hari. Kerentanan dan kemampuan mengatasi (copying capacity) seseorang memainkan peranan dalam terjadinya reaksi stres akut dan keparahannya (Sunaryo, 2004).

Jenis stresor meliputi fisik, psikologis, dan sosial. Stesor fisik berasal dari luar diri individu, seperti suara, polusi, radiasi, suhu udara, makanan, zat kimia, trauma, dan latihan fisik yang terpaksa. Pada stresor psikologis tekanan diri dalam diri individu biasa yang bersifat negatif yang menimbulkan frustasi, kecemasan, dan rasa bersalah, khawatir berlebihan, serta rasa rendah hati, sedangkan stresor sosial yaitu tekanan dari luar disebabkan oleh interakasi individu dengan lingkungannya. Banyak stresor sosial yang bersifat traumatik yang tidak dapat dihindari seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, perceraian, masalah keuangan, pindah rumah dan lain – lain.

Sumber stres bisa berasal dari diri sendiri, keluarga, dan komunitas sosial (Alloy, 2004). Menurut Maramis (2009) dalam bukunya, ada empat sumber atau penyebab stres yaitu :

1. Frustasi

Frustasi dapat terjadi apabila usaha individu untuk mencapai sasaran tertentu mendapat hambatan atau hilangnya kesempatan dalam mendapatkan hasil yang diinginkan. Frustasi juga dapat diartikan sebagai efek psikologis terhadap situasi yang mengancam, seperti timbul reaksi marah, penolakan maupun depresi

2. Konflik

Konflik terjadi ketika individu berada dalam tekanan dan merespons langsung terhadap dua atau lebih dorongan, juga munculnya dua kebutuhan maupun motif yang berbeda dalam waktu bersamaan. Ada 3 jenis konflik yaitu:

a. `Approach-approach conflict,

terjadi apabila individu harus memilih satu diantara dua alternatif yang sama – sama disukai. Stres muncul akibat hilangnya kesempatan untuk menikmati alternatif yang tidak diambil. Jenis konflik ini biasanya sangat mudah dan cepat diselesaikan.

b. Avoidance-avoidance conflict,

terjadi bila individu diharapkan pada dua pilahan yang sama – sama tidak disenangi. Konflik jenis ini lebih sulit diputuskan menyelesaikan karena masing – masing alternatif memiliki konsekuensi yang tidak menyenangkan

c. Approach-avoidance confilict,

adalah situasi dimana individu merasa tertarik sekaligus tidak menyukai atau ingin menghindar dari seseorang atau suatu objek yang sama.

3. Tekanan (presure)

Tekanan terjadi karena adanya suatu tuntutan untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu maupun tuntutan tigkah laku tertentu. Secara umum tekanan mendorong individu untuk meningkatkan performa, mengintensifkan usaha atau mengubah sasaran tingkah laku. Tekanan sering ditemui dalam kehidupan sehari – hari dan memiliki bentuk yang berbeda – beda pada setiap individu. Tekanan dalam beberapa kasus tertentu dapat menghabiskan sumber – sumber daya yang dimiliki dalam proses pencapaian sasarannya. Bahkan bila berlebihan dapat mengarah pada perilaku maladaptive. Tekanan dapat berasal dari sumber internal atau eksternal atau kombinasi dari keduanya. Tekanan internal misalnya adalah sistem nilai, konsep diri dan komitmen personal. Tekanan eksternal misalnya berupa tekanan waktu atau peran yang harus dijalani seseorang, atau juga dapat berupa kompetisi dalam kehidupan sehari – hari di masyarakat antara lain dalam pekerjaan sekolah dan mendapatkan pasangan hidup.

4. Krisis

Krisis yaitu keadaan mendadak yang menimbulkan stres pada individu, misalnya kematian orang yang disayangi, kecelakaan dan penyakit yang harus dioperasi.Maramis (2009) menyatakan ada empat variabel psikologik yang dianggap mempengaruhi mekanisme respons stres:

1. Kontrol: Keyakinan bahwa seseorang memiliki kontrol terhadap stresor yang mengurangi intesifitas stresor.

2. Prediktabilitas: Stresor yang dapat diprediksi menimbulkan respon stres yang tidak begitu berat dibandingkan stresor yang tidak dapat diprediksi.

3. Persepsi: Pandangan individu tentang dunia dan persepsi stesor saat ini dapat meningkatakan atau meurunkan intensitas respons stres

4. Respon koping: Ketesediaan dan efektifitas mekanisme meningkatnya ansietas dapat menambah atau mengurangi respon stres.

Diterbitkan di: 20 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.