Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Hakikat Hak dan Kewajiban

Hakikat Hak dan Kewajiban

oleh: bondot    
ª
 
Hak tidak akan ada tanpa adanya kewajiban. Jika seseorang mempunyai hak untuk menuntut sesuatu maka tentu ada pihak lain yang berkewajiban untuk memenuhi hak tersebut (yang pada saat itu belum terpenuhi). Sebaliknya kewajiban ada oleh karena ada pihak lain yang harus dipenuhi haknya. Pada dasarnya, hal itu adalah sesuatu yang masih kosong. Artinya meskipun hak tentang sesuatu itu ada, belum tentu seseorang mengetahuinya (misalnya hak memperoleh perlindungan hukum). Meskipun sudah diketahui, belum tentu orang mau mempergunakannya (misalnya hak cuti tahunan). Namun terlepas dari persoalan apakah hak itu diketahui atau tidak, digunakan atau tidak, dibalik itu tetap ada pihak yang berkewajiban untuk bersiap sedia memenuhinya.

Melaksanakan kewajiban berarti terikat kepada kewajiban, tetapi anehnya yang sesungguhnya tidak harus menjadi keanehan manusia memilihnya. Sebabnya adalah karena melaksanakan kewajiban berarti meluhurkan diri sebagai manusia. Atau merasa baru menjadi manusia bila menaati kewajiban. Dengan demikian baru merasa kega, bebas atau merdeka.

Dilihat dari segi ini, wajib bukanlah ikatan, melainkan suatu keniscayaan. Karena wajib adalah suatu keniscayaan, maka terhadap apa yang diwajibkan manusia menjadi tidak merdeka. Mau atau tidak harus menerimanya. Tetapi terhadap keniscayaan itu sendiri manusia bisa taat dan bisa juga melanggar. Ia merdeka untuk memilihnya dengan konsekuensi jika taat akan meningkat martabatnya sebagai manusia, dan jika melanggar aka merosot martabatnya sebagai manusia. Pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban bertalian erat dengan soal keadilan. Dalam hubungan ini mungkin dapat dikatakan bahwa keadilan terwujud bila hak sejalan dengan kewajiban
Diterbitkan di: 28 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.