Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Poligami

oleh: asasjosss     Pengarang : hafnizar
ª
 
1.1 Pengertian Poligami
Ta’adduz az-Zaujaat (poligami) adalah perbuatan seorang laki-laki mengumpulkan dalan tanggungannya dua sampai empat orang istri, tidak boleh lebih darinya (As-Sanan, 2002 : 25).
1.2 Sejarah Singkat Poligami
Poligami sudah ada sebelum Islam datang ke dunia. Bangsa Mesir purba misalnya, menjalankan poligami seperti ketika zaman Deodor Sesle.
Ajaran Zarathursta di Persia (sekarang Iran) menggalakkan poligami untuk memacu kelahiran generasi laki-laki yang waktu itu angka kematiannya sangat tinggi akibat budaya perang. Mereka menganggap siapa yang beristri banyak akan mendapatkan pahala yang banyak pula di akhirat.
Orang-orang pria bangsa Roma pada zaman kekuasaan Raja Seila, mempunyai kebiasaan mengawini lima orang perempuan sekaligus. Raja Pompey dan Caesar diriwayatkan masing-masing mempunyai empat orang istri, juga Raja Constantin dan anak-anaknya, juga RajaValentinianus II bahkan mengeluarkan undang-undang khusus tentang poligami yang memperkenankan rakyatnya mengawini beberapa perempuan jika mau. Ini terjadi pada pertengahan tahun keempat Masehi. Dan generasi selanjutnya dari Valentinianus II terus mewarisi UU poligami itu hingga zaman Justinianus yang mencoba menghapusnya, namum gagal. Hingga pada saat turunnya kitab suci Taurat di zaman Nabi Musa a.s sampai zamannya Nabi Muhammad SAW, poligami terus banyak dilakukan oleh manusia hingga sekarang (Nurbowo & Mulyono, 2003 : 2-3)
1.3 Hukum Poligami
Menurut Islam hukum pernikahan mungkin saja wajib, sunnah atau makruh sesuai dengan kondisi seseorang. Kita dapat memberlakukan hal yang sama terhadap poligami, hukumnya tergantung kondisi seorang laki-laki yaitu bagaimana kebutuhannya terhadap poligami, dan kemampuannya memenuhi hak-hak istrinya (As-Sanan, 2003 : 32)
Pada dasarnya poligami itu hukumnya mubah (boleh). Poligami dihalalkan pada seorang laki-laki kalau ia yakin dapat berbuat adil kepada istri-istrinya. Kalau ia tidak yakin dapat berbuat adil yang akan membuat seorang laki-laki bisa berbuat kezaliman dan menyakiti istri-istrinya, maka poligami diharamkan. Dan jika seorang laki-laki yang berpoligami merasa kemungkinan besar menzalimi salah satu istrinya, maka poligami menjadi makruh. Kalau seorang laki-laki merasa yakin akan terjatuh ke dalam perbuatan zina kalau ia tidak berpoligami, maka poligami menjadi wajib atasnya (As-Sanan, 2003 : 32-33).
Diterbitkan di: 19 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.