Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Belanda Rencana Bagi-Bagi Duit

Belanda Rencana Bagi-Bagi Duit

oleh: MohammadHibatulWafi     Pengarang : Zalu - Matainfo
ª
 
Pada tanggal 9 Desember 1947, Belanda melakukan pembantaian massal di kampung Rawagede (sekarang desa Balongsari, Rawamerta), Karawang, Jawa Barat. Pembantaian massal itu merupakan serangan agresi militer pertama. Dan serangan agresi militer itu telah memakan korban kurang lebih 400 jiwa penduduk.

Kemudian pada tanggal 4 Oktober 1948, para tentara Belanda menlancarkan serangan pembersihan di wilayah pembantaian tersebut. Dalam pembersihan tersebut, para tentara Belanda membunuh dan membantai kurang lebih 35 penduduk desa tersebut tanpa alasan yang jelas.

Namun setelah beberapa dekade, kini pemerintah Belanda merasa bersalah dan memohon minta maaf terhadap atas pembantaian yang terjadi di kampung Rawagede tersebut. Pada tanggal 14 September, pengadilan Den Haag menyatakan bahwasanya, pemerintah Belanda harus bertanggung jawab dan wajib membayar kompensasi bagi korban dan keluarganya yang telah dibantainya tersebut.

Pemerintah Belanda meminta maaf dengan secara lisan dan tertulis atas terjadinya Rawagede, Karawan, Jawa Barat. Tak hanya permintaan maaf saja, pemerintah Belanda juga akan memberikan dana kompensasinya hanya kepada keluarga korban. Akan tetapi di sini, pemerintah Belanda tidak memberikan ganti rugi berupa dana kompensasi itu kepada semua keluarga korban.

Padahal yang menjadi korban pembantaian yang dilakukan dengan sengaja oleh Belanda ada sekitar tiga puluh lima (35). Akan tetapi kenapa hanya 11 keluarga korban saja yang diberikan dana uang kompensasi sebesar dua puluh ribu Euro (20 ribu Euro) itu? Bagaimana dengan nasib korban yang lain?

Menurut Sukarman, Ketua Yayasan Rawagede, sebenarnya mereka telah diberi kesempatan banding oleh pengadilan, tetapi mereka menolak karena keputusannya di dukung oleh parlemen, maka dengan demikian berkaitan dengan pecairan dana tersebut akan dicairkan setelah tanggal 14 Desember.

Selain itu juga, pencairan dana tersebut masih belum bisa dipastikan kapan dibagi-bagikannya dan tersebut kepada keluarga korban serta janda-janda korban, hanya baru rencana. Dan tahapan selanjutnya, pemberian dana kompensasi ini akan diberikan langsung kepada keluarga korban.

Dan juga mengenai penyerahan dana kompensasi tersebut akan diberikan langsung tanpa melalui perantara lembaga-lembaga yang ada di Indonesia. Serta dalam penyalurannya juga akan ditransfer dan dibantu oleh perwakilan pemerintah Belanda yang ada di Indonesia.
Diterbitkan di: 08 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.