Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Akar-akar Kekerasan

oleh: irzu     Pengarang : auliya
ª
 
Telah disebutkan bahwa penyebab terjadinya defensive /
reactive aggression adalah dorongan untuk mendapatkan /
mempertahankan vital interest. Freedom (kebebasan) merupakan salah
satu vital interest yang sangat penting. Segala ancaman pada
kebebasan seseorang dapat mengakibatkan agresi. Telah banyak fakta
yang mendukung bahwa hasrat untuk mendapatkan kebebasan adalah
reaksi biologis dari organisme manusia. Fenomena yang mendukung
pernyataan ini adalah seluruh bangsa di dunia atau kelas sosial apapun
telah mengadakan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan
apakah pada saat itu ada kemungkinan untuk menang ataupun tidak.
Pada dasarnya, segala ancaman terhadap vital interest
membangkitkan agresi pada diri seseorang. Agresi juga beresensi
sebagai pertahanan atas hidup seseorang, kebebasan, dan martabat,
yang merupakan bagian normal dari fungsi manusia. Pada posisi ini
manusia dihadapkan pada sebuah kondisi untuk membalik kontrol dari
orang lain daripada harus manusia itu sendiri yang dikontrol.
Narcissism (narsisisme) juga merupakan penyebab terjadinya
agresi. Narsisisme dapat dideskripsikan sebagai sebuah wadah
pengalaman pada diri seseorang, tubuhnya, kebutuhannya,
perasaannya, pemikirannya, lingkungannya, segala hal dan semua
orang yang menyinggungnya adalah sebuah pengalaman yang benarbenar
realistis, pada saat bersamaan semua orang dan semua hal yang
tidak merupakan bagian dari individu atau bukan objek kebutuhan
adalah tidak menarik, tidak benar-benar nyata, hanya bisa dirasakan
oleh pengakuan intelektual.
Seringkali para personal yang narsis mencapai perasaan sangat
aman pada dirinya kendati hal ini sangat subyektif yang diakibatkan
“kesempurnaannya”, superioritasnya dibandingkan yang lain,
kualitasnya yang ektraordiner. Jika narsisismenya diganggu maka ia
merasa diserang pada vitally important area (wilayah vital
pentingnya). Jika orang lain menyerang narsisismenya dengan
meremehkan kapasitas dirinya, mengkritiknya, menunjukkan
kesalahannya, mengalahkannya dalam permainan atau kesempatan
lainnya, ia akan bereaksi dengan kemarahan atau amukan baik ia
tunjukkan atau tidak dan disadari atau tidak. Perasaan ini akan
sedikit reda bila personal yang narsis sudah mampu melukai
musuhnya atau merusak propertinya.
Salah satu alasan utama dalam pengembangan lustful
destructiveness adalah suatu perasaan tak berdaya dalam perasaan
kematian, kebosanan, kepasifan, ketakutan pada rutinitas yang tak
pernah berubah, dan tentang perasaan kelabu lainnya yang banyak
dirasakan oleh orang pada umumnya. Orang-orang ini adalah orang
yang tidak kreatif dalam berpikir, dalam perasaan, dalam hubungan
pribadi, di dalam seni dan menemukan kepuasan mendalam di
dalamnya yang satu langkah lebih ajaib dibanding menciptakan hidup,
yaitu membinasakan kehidupan. Adalah benar menciptakan kehidupan
membutuhkan sedikit kapasitas potensi seksual jika tidak untuk cinta;
atau jika tidak berhadapan dengan hidup secara fisik yang
membutuhkan aktivitas, pasrtisipasi, dan minat. Membinasakan
kehidupan memerlukan tak lain hanyalah sebuah pistol, pisau, atau
tangan besi. Lustful destructiveness ditandai perasaan mendalam yang
kuat dimana seluruh bagian tubuh ikut berpartisipasi. Kendati
demikian, tidak semua perasaan mendalam dalam kehidupan adalah
kegembiraan seksual.
Diterbitkan di: 29 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.