Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Tokoh Sosiologi: Emile Durkheim (1858-1917)

Tokoh Sosiologi: Emile Durkheim (1858-1917)

oleh: JoanKeatt    
ª
 
Emile Durkheim adalah tokoh sosiologi Prancis. Ia dianggap sebagai bapak sosiologi karena telah berperan besar dalam mengembangkan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Semasa hidupnya, Durkheim banyak memberikan kuliah dan mempublikasikan sejumlah karya sosiologis dengan beragam tema seperti agama, bunuh diri, dan seluruh aspek masyarakat.

Durkheim terlahir dari keluarga Yahudi pada 15 April 1858, di Epinal, Lorraine, Prancis dan meninggal di Paris pada 15 November 1917. Ayah dan kakeknya adalah seoran rabi. Namun, ia sendiri sepenuhnya hidup sebagai seorang sekuler. Pada tahun 1879, ia masuk Ecole Normale Superieure. Di sini pemikirannya mulai terbentuk di bawah bimbingan Numa Denis Fustel de Coulanges. Ia juga banyak membaca karya Auguste Comte dan Herbert Spencer.

Pemikiran dan Karya Emile Durkheim
Gagasan yang secara fundamental mempengaruhi pemikiran Durkheim, yaitu positivisme Auguste Comte. Selain itu, pandangan Durkheim mengenai masyarakat juga dipengaruhi oleh realisme sosial. Meskipun tidak secara terang-terangan, Durkheim mengadopsi perspektif realis untuk menunjukkan realitas sosial di luar individu.

Dalam beberapa karyanya Durkheim banyak menyebut apa itu sosiologi dan bagaimana mestinya sosiologi dipraktiskan. Perhatian utamanya adalah mengembangkan sosiologi sebagai sebuah ilmu. Menurut Durkheim, sosiologi harus mempunyai objek kajian dan mempunyai metodologi sendiri.

Fakta sosial merupakan gagasan penting Durkheim dalam keilmuan sosiologi. Menurutnya, sosiologi adalah ilmu tentang fakta sosial. Di mana fakta sosial adalah struktur sosial, nilai-nilai sosial, dan norma kebudayaan yang bersifat memaksa pada individu. Bagi Durkheim fakta sosial adalah sesuatu yang sui generis, yang lebih besar dan lebih obyektif dibanding tindakan individu di dalam masyarakat. Fakta sosial tersebut bersifat koersif yang dapat mengontrol perilaku individu.

Sepanjang karir intelektualnya Emile Durkheim telah banyak menghasilkan karya dengan tema yang berbeda-beda. Beberapa karya utama Durkheim antara lain: The Division of Labor in Society (1893), Rules of the Sociological Method (1895), Suicide (1897), dan The Elementary Forms of Religious Life (1912).
Diterbitkan di: 07 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tokoh-tokoh yang berpengaruh terhadap pemukiran emile durkheim? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.