Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Mazhab khawarij

oleh: Yakussa    
ª
 
Mazhab Khawarij dalam Islam

Sejak awal Islam terbagi menjadi sejumlah golongan-golongan besar yang kebanyakan sekarang ini sudah kuno dan sayangnya umat Islam modern tidak tahu banyak tentang golongan-golongan itu dibandingkan dengan umat Kristen yang rata-rata tahu tentang klenik-klenik gereja terdahulu. Di sini kita hanya akan mengingat golongan-golongan terpenting, baik yang masih ada hingga sekarang ataupun yang telah meninggalkan jasa untuk Islam. Dalam hal ini perlu dicatat bahwa ada kecenderungan di kalangan umat Islam modern untuk melihat beberapa keanehan-keanehan itu dengan penuh kesabaran dan mengakui bahwa mereka mungkin memiliki kontribusi untuk mencapai perkembangan Islam modern.
Umumnya sulit untuk memisahkan perbedaan-perbedaan politik dan agama yang menimbulkan beberapa mazhab itu. Ash’ari salah seorang penulis klenik terdahulu, berkata:
Setelah meninggalnya Nabi mereka, manusia berbeda-beda dalam berbagai hal dan memecahkan diri ereka ke dalam mazhab yang berlainan, meskipun Islam telah mempersatukan mereka semua. Perbedaan pertama yang muncul dalam Islam adalah berkaitan dengan masalah kepemimpinan. Ketika Allah memanggil Nabi-Nya ke Surga kaum Anshor di Madinah ingin memilih salah satu dari kaumnya, dan tatkala Abu Bakar mendengar hal itu dia mengatakan pada mereka bahwa sorang pemimpin itu harus berasal dari suku Quraisy, dan bahwa Nabi telah memberitahukan hal itu, merekapun mengakuui kebenaran itu dan menyatakan kesetiaan mereka padanya…. Semasa hidupnya. Dan pada masa penggantinya Umar, tidak ada perselisihan yang timbul, tetapi ketika Usman menggantikannya, perselisihan memuncak sehinga ia terbunuh dan setelah kematiannya, orang-orang berselisih pendapat dia adalah seorang laki-laki yang baik. Dan siapapun yang membunuh dia telah bersalah melakukan tindak kriminal murni. Pihak lain menolak hal tersebut dan kontrovesi ini terus belangsung hingga saat sekarang. Demikian pula ketika Ali dipilih, orang-orangpun berselisih pendapat, sebagian menentang kepemimpinannya, sebagian tidak mau tahu masalah ini, sementara yang lain mendukungnya dan perselisihan itu terus berlangsung sampai sekarang ini.
Tiga khalifah pertama masing-masing memiliki hubungan dengan Nabi, Ali sebagai khalifah keempat, adalah saudara terdekat sebab dia adalah saudara sepupu Nabi dan juga suami putri Nabi, Fatimah. Usman, khalifah ketiga, termasuk keluarga Ummayah yang terkenal keburukannya karena perlawanan mereka terhadap Nabi sebelum memperoleh kekuasaaannya. Ketika Usman terbunuh, Muawiyah yang selanjutnya menjadi khalifah, merupakan penuntut balas terhadap tumpah darahnya. Dan ketika Ali memangku jabatan khalifah, perang terjadi diantara mereka. Ali dipaksa untuk menyetujui pengadilan dan keputusan pengadilan, yang nampak sudah diatur dan bertentangan dengannya.
Diantara pengikut Ali terdapat sebuah golongan besar, khawarij (Orang-orang yang melepaskan diri), yang menganggap pengadilan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap Tuhan Yang Maha Adil. Hukum Tuhan hanya dapat diperkirakan melalui pilihan bebas oleh seluruh masyarakat. Mereka berpendapat bahwa setiap orang budak negro sekalipun, bisa dipilih sebagai kepala masyarakat muslim jika dia memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidangnya. Kesucian hidup hanyalah suatu ujian. Mereka terus menyatakan bahwa siapapun yang melakukan dosa besar berarti dia tidak beriman dan kafir, dan tugas mereka adalah membunuh orang tersebut. Sifat dan pendirian atau prinsip keagamaan orang-orang tersebut dijelaskan dengan baik oleh ajaran suci agama mereka. Setiap muslim harus melakukan wudhu sebelum shalat. Kaum khawarij lebih mendalam lagi dan mengatakan bahwa memfitnah, berbohong, dan mengumpat bisa mengahncurkan kesucian beragama dan menyebabkan mausia tiak pantas beribadah. Sesuai dengan prinsip-prinsip mereka. Mereka menarik diri dari Ali secara keras menentang muawiyah. Sebagai penegak prinsip demokrasi mereka menarik orang-orang yang tidak puas dengan pemerintahan karena alasan tertentu atau lain hal. Misalnya Berbers mengetahui doktrin mereka bisa disetujui pada pemberontakan mereka terhadap gubernur bani Umayah. Setelah khawarij ditekan di berbagi daerah, mereka terus ada dalam bentuk kelompok yang terpisah-pisah. Hal yang menarik untuk melihat banyak hal dimana mereka sependapat dengan Mi’tazilah. Bahkan sebagian mereka menolak bahwa surat Yusuf merupakan bagian dari Al Qur’an yang benar, mereka mengatakan bahwa itu merupakan cerita cinta yang tidak terdapat dalam Al Qur’an. Sebagian juga menegaskan bahwa Tuhan memberikan kebebasan pada manusia untuk beriman atau tidak. Dia tidak menciptakan perbuatan manusia, Diapun tidak pernah berkehendak bahwa manusia harus berbuat sebagaimana yang mereka kejakan. Mereja keras, tidak kenal kompromi dan fanatik. Mereka mengatakan bahwa siapa saja yang tidak bersedia melawan hukum yang tidak adil adalah kafir, dan mereka betul-betul menolak kepura-puraan (taqiya) dalam perkataan dan perbuatan. Mereka berprinsip bahwa siapa saja yang terus menerus melakukan dosa tertentu adalah kafir. Karena itu mereka bebas untuk membunuh semua muslim di luar golongan mereka.
Saat ini kau Khawarij dijumpai di Afrika Utara dengan nama Ibadis atau Abadis, dalam Uman dan Zanzibar. Mereka adalah masyarakat terpisah di luar empat sekolah-sekolah ortodoks, meskipun secara umum perbedaan di antara mereka tidak begitu jauh. Di Algeria mereka sangat menjaga diri mereka sendiri. Pernikahan di luar golongan mereka merupakan hal yang tidak lazim terjadi, makanya prinsip-prinsip dan ciri-ciri mereka tepelihara. Sebagaimana orang akan memprediksikan golongan yang kacau dan tidak kenal kompromi seperti itu, mereka terpcah menjadi sejumlah golongan pada masa dulu dan kehilangan kesatuan lahiriyah yang berdasar pada banyaknya sangkalan terhadap prinsip-prinsip yang benilai positif. Mungkin yang terpenting bagi mereka saat ini adalah terletak pada pengaruh kuat mereka terhadap kaum Wahabi yang sekarang ini menguasai sebagian besar Arab dibawah dinasti Saudi, meskipun pandangan-pandangan itu tentu saja mereka larang keras bersama-sama dengan golongan Mu’tazilah.
Diterbitkan di: 15 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.